Lepas Perkenalkan Identitas Otomotif Lewat Kolaborasi Fashion di Jakarta

oleh -62 Dilihat
oleh
Lepas Perkenalkan Identitas Otomotif Lewat Kolaborasi Fashion di Jakarta

Jakarta | Lepas Indonesia untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam Jakarta Fashion Week 2027 pada Rabu malam, 28 Oktober 2026. Kehadiran tersebut menandai langkah baru bagi merek otomotif ini untuk memperkenalkan identitasnya di ruang yang selama ini lekat dengan mode, kreativitas, dan budaya urban. Melalui partisipasi tersebut, Lepas ingin membuka percakapan yang lebih luas mengenai hubungan desain kendaraan dan cara masyarakat mengekspresikan diri dalam kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi bertema “Drive Your Elegance” mempertemukan Lepas dengan desainer Danjyo Hiyoji serta label busana pria Othman. Tema ini menjadi landasan untuk menyandingkan karakter otomotif dengan perspektif dunia fashion, tanpa membatasi kendaraan pada fungsi teknisnya. Kehadiran dua mitra kreatif tersebut juga menghadirkan sudut pandang berbeda tentang elegansi, identitas, dan gaya personal. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa inspirasi desain dapat melintasi kategori industri dan berkembang melalui dialog otomotif dengan busana.

Langkah Lepas di ajang mode ini dimaksudkan untuk memperluas identitas merek di luar industri otomotif. Dengan hadir di tengah masyarakat urban yang menaruh perhatian pada desain, estetika, dan gaya hidup modern, Lepas berupaya menjangkau audiens yang melihat pilihan produk sebagai bagian dari ekspresi diri. Pendekatan tersebut menempatkan kendaraan dalam konteks yang lebih dekat dengan keseharian dan preferensi personal, bukan semata-mata sebagai objek teknis atau sarana mobilitas.

Gagasan utama yang dibawa Lepas adalah bahwa kendaraan dapat menjadi bagian dari ekspresi karakter dan gaya hidup, selain berfungsi sebagai alat transportasi. Cara seseorang memilih dan menggunakan kendaraan dapat mencerminkan selera, nilai, serta cara mereka bergerak di lingkungan perkotaan. Melalui debutnya di Jakarta Fashion Week 2027, Lepas memperkenalkan sudut pandang tersebut kepada publik fashion sekaligus menegaskan bahwa identitas otomotif dapat dibangun melalui desain dan pengalaman yang relevan dengan kehidupan modern.

Sebagai bagian dari Chery Group, Lepas membawa filosofi “Leopard and Passion” sebagai landasan dalam membangun karakter merek. Nama Lepas merangkum dua gagasan yang saling melengkapi. “Le” diadaptasi dari leopard, atau macan tutul, yang melambangkan kelincahan, kekuatan, dan keanggunan. Sementara itu, “Pas” berasal dari passion, yang mewakili semangat, koneksi emosional, serta pengalaman berkendara yang berkesan. Perpaduan keduanya menggambarkan upaya menghadirkan kendaraan dengan karakter yang tegas sekaligus mampu membangun hubungan personal dengan penggunanya.

Filosofi tersebut diterjemahkan melalui pendekatan desain “Leopard Aesthetics”. Pendekatan ini memadukan kesan kuat dan dinamis dengan sentuhan elegan, sehingga menjadi dasar bagi identitas visual kendaraan Lepas. Karakter leopard memberi inspirasi pada proporsi dan ekspresi yang mencerminkan kelincahan serta kekuatan, sementara unsur keanggunan menjaga tampilannya tetap berkelas. Dengan demikian, desain tidak hanya berfungsi sebagai aspek visual, tetapi juga menjadi cara untuk menyampaikan nilai dan kepribadian merek kepada publik.

Perpaduan karakter itu sekaligus membuka ruang bagi Lepas untuk menghubungkan dunia otomotif dengan ranah kreatif lain, termasuk fashion. Vice Country Director Lepas Indonesia, Temmy Wiradjaja, menyampaikan bahwa desain merupakan bagian penting dari karakter sebuah merek. Ia juga memandang Jakarta Fashion Week sebagai ruang yang memungkinkan Lepas membawa perspektif otomotif ke ranah kreatif lain. Kehadiran dalam konteks fashion memberi kesempatan untuk memperkenalkan bahasa desain kendaraan kepada audiens yang lebih luas, tanpa melepaskan filosofi yang mendasarinya. Melalui pendekatan tersebut, Leopard Aesthetics menjadi jembatan yang menghubungkan gagasan tentang performa, bentuk, dan ekspresi gaya. Identitas Lepas pun dapat dibaca bukan hanya melalui kendaraan, melainkan juga lewat dialog desain otomotif dan kreativitas fashion. Kolaborasi ini menempatkan estetika sebagai titik temu yang memperlihatkan bagaimana nilai merek dapat hadir dalam berbagai bentuk, sambil tetap berakar pada kelincahan, kekuatan, keanggunan, dan semangat yang terkandung dalam namanya.

Kolaborasi Lepas dengan Danjyo Hiyoji dan Othman mempertemukan dua pendekatan fashion yang berbeda, tetapi saling melengkapi. Danjyo Hiyoji mengeksplorasi fashion kontemporer secara ekspresif, menghadirkan sudut pandang yang berani dalam menerjemahkan gagasan menjadi penampilan. Sementara itu, Othman membawa karakter busana pria modern dengan perhatian pada identitas dan gaya personal. Perbedaan tersebut memberi ruang bagi tiap label untuk menyampaikan ciri khasnya, bukan sekadar menghasilkan tampilan yang seragam. Bersama-sama, keduanya menunjukkan bagaimana ekspresi desain dapat berangkat dari karakter yang kuat sekaligus tetap relevan dengan keseharian.

Karakter masing-masing diterjemahkan melalui pilihan siluet, material, proporsi, dan detail. Unsur-unsur itu membentuk kesan visual serta cara sebuah rancangan dikenali dan dikenakan. Pendekatan serupa juga dapat ditemukan dalam dunia otomotif: bentuk kendaraan, pengolahan permukaan, serta perhatian pada detail ikut menyampaikan karakter kepada orang yang menggunakannya. Karena itu, kolaborasi ini menempatkan busana dan kendaraan sebagai bagian dari cara seseorang membangun identitas. Keduanya bukan hanya memenuhi fungsi praktis, melainkan juga merefleksikan preferensi, aktivitas, dan gaya hidup penggunanya. Pertemuan fashion dengan mobilitas elektrifikasi pun menjadi wadah untuk membicarakan desain dari sudut pandang yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks tersebut, Lepas memperkenalkan dua model elektrifikasi untuk pasar Indonesia, yakni Lepas L8 PHEV dan Lepas E4 EV. L8 PHEV mengedepankan kesan elegan dan berkelas, dengan kenyamanan yang ditujukan bagi mobilitas profesional maupun kebutuhan keluarga modern. E4 EV tampil lebih dinamis dan ekspresif, dirancang untuk masyarakat urban dengan aktivitas yang beragam. Perbedaan karakter ini memberi pilihan bagi pengguna dengan kebutuhan dan preferensi berbeda, tanpa mengabaikan peran desain dalam pengalaman berkendara. Kedua model mencerminkan upaya Lepas memadukan teknologi elektrifikasi dengan rancangan yang disesuaikan dengan karakter pengguna. Dengan demikian, kolaborasi fashion tersebut menjadi pengantar untuk melihat bagaimana identitas dapat hadir melalui pilihan gaya sekaligus kendaraan, sementara elektrifikasi menawarkan pendekatan mobilitas yang selaras dengan kebutuhan masa kini.

Selain memperkenalkan identitas otomotifnya melalui partisipasi di Jakarta Fashion Week 2027, Lepas menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan publik lewat pameran di Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan. Berlangsung pada 26 Oktober hingga 1 November 2026, pameran ini memberi kesempatan kepada pengunjung untuk melihat langsung dua kendaraan elektrifikasi Lepas dalam satu area. Kehadiran tersebut melengkapi aktivitas merek di panggung fashion, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal produk dan pendekatan desainnya secara lebih langsung.

Model yang ditampilkan adalah Lepas E4 EV dan Lepas L8 PHEV. Dengan keduanya berada berdampingan, pengunjung dapat mengamati perbedaan karakter kendaraan listrik dan plug-in hybrid, serta mencermati bahasa desain yang diusung Lepas pada masing-masing model. Pameran ini juga menjadi kesempatan untuk mengenal teknologi elektrifikasi yang diterapkan tanpa hanya mengandalkan informasi dari materi promosi. Pengunjung dapat melihat proporsi, detail eksterior, serta berbagai unsur kendaraan dari jarak dekat, kemudian memahami bagaimana desain dan teknologi menjadi bagian dari pengalaman berkendara yang ditawarkan. Format pameran dalam satu area memudahkan pengunjung membandingkan kedua model dan memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai arah pengembangan produk Lepas.

Pameran tersebut turut menghadirkan Aimoga dengan robot Argos, yang diperkenalkan melalui konsep “Car-Robot in Synergy, Scenarios in Energy”. Kehadiran robot ini mengeksplorasi hubungan industri otomotif dan teknologi robotika, tanpa mengaburkan fokus utama pada kendaraan yang dipamerkan. Interaksi kendaraan dan robot memperlihatkan bagaimana inovasi otomotif dapat terhubung dengan teknologi lain untuk menciptakan pengalaman yang lebih interaktif bagi pengunjung.

Baca juga: Pengajian Bulanan Pemkot Jakarta Utara, Perkuat Akhlak ASN dan Sinergi Ulama-Umaro Menuju 5 Abad Jakarta | Gibran Perlihatkan Dokumen Riwayat Pendidikan dalam Sidang di PTUN Jakarta | Dari Bengkel Kulit ke Pasar Lebih Luas: Kolaborasi UMKM Bantul