Kabupaten Lampung Selatan | Badan Gizi Nasional (BGN) meminta masyarakat segera menghimpun dan mengamankan bukti komunikasi terkait dugaan penipuan pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Permintaan ini disampaikan agar informasi dan dokumen yang dimiliki dapat mendukung proses pelaporan kepada pihak berwenang.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menjelaskan bahwa masyarakat perlu menyimpan berbagai bentuk bukti yang berkaitan dengan pihak yang menghubungi mereka. Bukti tersebut dapat berupa pesan komunikasi, baik dalam bentuk percakapan tertulis maupun informasi lain yang menunjukkan adanya hubungan dengan pihak yang menawarkan atau menyampaikan informasi mengenai pembukaan SPPG.
Selain isi komunikasi, identitas pihak yang menghubungi juga perlu dicatat dan disimpan. Informasi identitas dapat membantu memperjelas sumber komunikasi ketika bukti tersebut disampaikan dalam proses pelaporan. Masyarakat disarankan tidak menghapus percakapan, nomor kontak, atau informasi lain yang berkaitan dengan komunikasi tersebut selama masih diperlukan.
Dokumen yang digunakan untuk meyakinkan calon korban juga termasuk bukti penting. Karena itu, setiap berkas, surat, atau materi pendukung yang diterima dalam komunikasi terkait pembukaan SPPG perlu diamankan dalam bentuk aslinya. Penyimpanan secara tertib dapat membantu memastikan bahwa informasi tersebut tetap tersedia dan mudah ditelusuri apabila diminta oleh pihak berwenang.
BGN menekankan pentingnya pengumpulan bukti secara hati-hati dan menyeluruh. Masyarakat dapat mengelompokkan pesan komunikasi, identitas penghubung, serta dokumen pendukung agar keterkaitan antar-informasi lebih mudah dipahami. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mendukung pelaporan dugaan penipuan pembukaan SPPG atau dapur MBG kepada pihak berwenang. Fokus utama imbauan tersebut adalah menjaga bukti yang ada, bukan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, untuk tetap tenang dan mengutamakan keselamatan diri menyusul perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah serta adanya serangan di Saudi. Imbauan tersebut disampaikan agar masyarakat tidak mengambil keputusan berdasarkan kepanikan maupun informasi yang belum terverifikasi.
Juru bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, meminta WNI mengikuti arahan dan informasi dari sumber resmi. Informasi dapat diperoleh melalui Kemenhaj, perwakilan diplomatik Indonesia, serta otoritas setempat yang berwenang. Pemantauan terhadap kanal resmi penting dilakukan untuk memastikan setiap perkembangan diterima secara tepat dan tidak tercampur dengan kabar yang menyesatkan.
WNI dan jemaah umrah juga dianjurkan membatasi aktivitas yang tidak mendesak, terutama di wilayah yang terdampak perkembangan keamanan. Kegiatan di luar kebutuhan utama sebaiknya ditunda sampai kondisi dinilai lebih aman. Jemaah perlu berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan, pembimbing, atau pendamping kelompok agar setiap rencana pergerakan dapat disesuaikan dengan arahan terbaru.
Selain itu, masyarakat diminta menghindari lokasi atau area yang dinilai rawan dan tidak mendekati tempat yang sedang menjadi perhatian aparat. Jemaah sebaiknya tetap berada di tempat yang aman, menjaga komunikasi dengan rombongan, serta memastikan dokumen dan kebutuhan penting tersimpan dengan baik. Sikap tertib, dan mengikuti petunjuk resmi menjadi langkah utama bagi WNI selama berada di Arab Saudi. Apabila memerlukan bantuan, warga dapat menghubungi perwakilan Indonesia melalui saluran layanan yang telah ditetapkan.
Kementerian Agama mengembangkan Kurikulum Cinta dengan nuansa ekoteologi untuk menanamkan kesadaran merawat lingkungan kepada peserta didik sejak usia dini. Kurikulum ini dirancang selama satu tahun terakhir sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pembentukan sikap, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap kehidupan. Melalui pendekatan tersebut, lingkungan ditempatkan sebagai bagian penting dari proses pendidikan dan pembentukan karakter.
Gagasan utama Kurikulum Cinta adalah membangun relasi interaktif Tuhan, manusia, dan alam. Hubungan itu dipahami sebagai kesatuan yang perlu dijaga secara seimbang. Manusia tidak diposisikan sebagai pihak yang bebas mengeksploitasi alam, melainkan sebagai makhluk yang memiliki amanah untuk merawatnya. Dengan demikian, kecintaan kepada Tuhan diharapkan tercermin dalam penghormatan terhadap manusia serta kepedulian terhadap lingkungan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan gagasan tersebut dalam acara “Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata” di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, pada Senin. Ia menekankan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran ekologis sejak masa kanak-kanak. Penanaman nilai tersebut dipandang perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kepedulian terhadap alam menjadi bagian dari cara peserta didik memahami kehidupan, bukan sekadar pengetahuan tambahan.
Dalam kerangka ini, Kurikulum Cinta menghubungkan dimensi spiritual dengan tanggung jawab sosial dan ekologis. Peserta didik diarahkan untuk melihat bahwa tindakan menjaga lingkungan memiliki makna moral, karena berkaitan dengan keberlangsungan hidup bersama. Pendidikan diharapkan mampu membentuk pribadi yang memiliki kasih sayang, kesadaran, dan komitmen untuk memperlakukan alam secara bijaksana. Pendekatan ekoteologi tersebut sekaligus memperluas pemahaman tentang pendidikan agama, dengan menempatkan perawatan lingkungan sebagai wujud nyata dari nilai-nilai cinta dan amanah.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan mengimbau masyarakat pesisir Lampung dan Banten agar menyaring setiap informasi mengenai peningkatan status Gunung Anak Krakatau dari level II menjadi level III atau Siaga. Imbauan tersebut ditujukan untuk mencegah kepanikan yang dapat muncul akibat penyebaran berita bohong atau informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat di sekitar wilayah pesisir diminta tidak langsung mempercayai kabar yang beredar melalui media sosial maupun percakapan informal, terutama jika informasi itu tidak mencantumkan sumber yang jelas.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan, Maturidi, menyampaikan keterangan tersebut di Kalianda. Ia meminta warga tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui sumber-sumber resmi. Pemantauan dari kanal berwenang dipandang penting agar masyarakat memperoleh informasi yang sesuai dengan kondisi terbaru dan dapat merespons perkembangan secara proporsional. Kewaspadaan tetap diperlukan, tetapi tidak harus disertai kepanikan yang dipicu oleh kabar palsu.
Perkembangan lain berkaitan dengan usulan Kementerian Kesehatan mengenai paket tarif dasar pemeriksaan calon jemaah haji. Usulan itu diarahkan untuk mengurangi ketimpangan harga rumah sakit daerah dan rumah sakit vertikal, sekaligus memperketat kriteria kesehatan melalui pemeriksaan yang terstandar. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyampaikan dua opsi rentang tarif tersebut di Jakarta pada Senin.
Opsi tarif terendah berada pada kisaran Rp800.000–Rp1.000.000, sedangkan opsi tarif tertinggi berkisar Rp1.100.000–Rp1.300.000. Kedua rentang itu menjadi gambaran paket tarif dasar pemeriksaan calon jemaah haji yang sedang diusulkan. Pemeriksaan terstandar diharapkan membantu menghasilkan penilaian kondisi kesehatan yang lebih seragam, sementara perbedaan biaya antarfasilitas kesehatan dapat ditekan melalui acuan tarif yang lebih jelas.
Baca juga: Lima Perkembangan Ekonomi Indonesia: Lobster, Pasar Modal, Listrik, Transportasi, dan Konsumsi | Pemantauan Anak Krakatau Tetap Berjalan Meski Delapan Aki di Stasiun Lava 93 Hilang | Pedoman Pendinginan Makanan untuk Menjaga Keamanan Program MBG di SPPG







