Mitoni Brisia Jodie dan Jonathan Alden Diwarnai Rangkaian Tradisi Serba Tujuh

oleh -71 Dilihat
oleh
Mitoni Brisia Jodie dan Jonathan Alden Diwarnai Rangkaian Tradisi Serba Tujuh

Tangerang | Brisia Jodie dan Jonathan Alden menggelar acara tujuh bulanan atau mitoni pada Rabu, 28 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi momen penting bagi pasangan ini untuk menjalankan salah satu tradisi yang dikenal dalam budaya Jawa menjelang kelahiran anak. Bagi Jodie dan Alden, mitoni kali ini terasa istimewa karena merupakan kehamilan anak pertama mereka. Acara diselenggarakan dengan rangkaian tradisi serba tujuh, sesuai tema yang menyertai perayaan tujuh bulanan tersebut. Sejak pagi, persiapan telah berlangsung, dengan Jodie mulai bersiap sejak pukul 07.00. Persiapan sejak awal hari itu menandai dimulainya agenda bagi pasangan tersebut, yang kemudian menjalani acara mitoni pada hari yang sama.

Urutan acara menjadi salah satu hal yang disampaikan langsung oleh Alden. Ia menceritakan rangkaian kegiatan saat ditemui di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, pada Rabu, 28 Oktober 2026. Keterangan itu memberi gambaran mengenai susunan acara yang disiapkan untuk perayaan tujuh bulanan mereka. Dengan menjelaskan tahapan kegiatan, Alden membagikan informasi mengenai jalannya mitoni tanpa menjauh dari inti acara, yakni peringatan kehamilan anak pertama pasangan tersebut. Waktu persiapan Jodie yang dimulai sejak pukul 07.00 juga menjadi bagian dari cerita tentang pelaksanaan agenda hari itu. Acara ini menggabungkan momen keluarga dengan tradisi tujuh bulanan yang menjadi perhatian dalam perayaan mereka.

Pelaksanaan mitoni pada tanggal tersebut mempertemukan dua unsur utama dalam cerita: persiapan Jodie sejak pagi dan penjelasan Alden mengenai urutan kegiatan. Keduanya berlangsung dalam konteks acara tujuh bulanan yang digelar pada Rabu. Informasi tentang waktu mulai bersiap serta lokasi Alden memberikan keterangan membantu menempatkan peristiwa ini secara jelas, sementara rangkaian serba tujuh menegaskan tema acara. Tidak ada rincian lain mengenai kehamilan yang perlu ditambahkan selain bahwa ini merupakan kehamilan anak pertama. Dengan demikian, inti kabar perayaan tersebut tetap terletak pada penyelenggaraan mitoni oleh Brisia Jodie dan Jonathan Alden, serta keterangan Alden tentang susunan acaranya. Momen itu berlangsung pada hari yang sama ketika ia berbagi cerita kepada awak media di Pamulang.

Menurut Jonathan Alden, rangkaian Mitoni Brisia Jodie dan dirinya diawali dengan sungkeman kepada orang tua. Tahap pembuka ini menempatkan keluarga sebagai bagian penting dari acara, sebelum rangkaian berlanjut ke prosesi berikutnya. Dalam urutan yang disampaikan Alden, sungkeman menjadi kegiatan pertama yang dilakukan pasangan. Setelah itu, acara tidak langsung menuju siraman, melainkan dilanjutkan dengan pembagian berkah kepada keluarga yang hadir. Dengan demikian, urutan tersebut bergerak dari sungkeman, kemudian berbagi berkah, lalu mencapai bagian puncak dalam upacara siraman.

Pembagian berkah ditujukan bagi keluarga yang hadir dalam acara. Alden menyebut tahap ini sebagai bagian dari rangkaian yang mengantar acara menuju siraman. Informasi yang disampaikan mengenai prosesi ini berfokus pada urutannya, tanpa menjelaskan bentuk berkah secara lebih terperinci. Karena itu, tahap tersebut dapat dipahami sebagai salah satu bagian acara yang melibatkan keluarga, sebagaimana disebutkan dalam penuturan Alden. Sesudah pembagian berkah, rangkaian berlanjut ke siraman yang menjadi puncak acara. Penjelasan ini menunjukkan susunan kegiatan secara bertahap, tanpa menyebut adanya prosesi tambahan di bagian-bagian tersebut.

Alden menilai rangkaian yang dijalani terasa cukup mirip dengan acara siraman. Perbandingan itu ia sampaikan berdasarkan pengalaman mengikuti tahapan yang ada, mulai dari sungkeman kepada orang tua, pembagian berkah untuk keluarga, hingga siraman sebagai puncaknya. Pernyataan tersebut menggambarkan kesan Alden terhadap jalannya acara, bukan uraian mengenai makna setiap prosesi. Dengan demikian, sorotan pada rangkaian ini berada pada susunan acara dan kemiripannya dengan siraman yang ia rasakan. Siraman menutup tahapan yang disebutkan, sementara sungkeman dan pembagian berkah hadir lebih dahulu dalam urutan. Penuturan Alden memberikan gambaran ringkas tentang bagaimana acara berlangsung, dengan keluarga hadir dalam salah satu tahap sebelum prosesi puncak. Tidak ada tahapan lain yang perlu diasumsikan di luar susunan yang ia jelaskan.

Salah satu ciri yang menonjol dalam mitoni Brisia Jodie dan Jonathan Alden adalah penggunaan angka tujuh pada sejumlah bagian acara. Unsur tersebut hadir dalam sajian jajanan, keterlibatan orang yang bertugas menyiram Jodie, serta pergantian pakaian yang dijalani calon ibu itu. Alden menyebut jajanan yang disiapkan terdiri atas tujuh rupa. Keterangan tersebut memberi gambaran tentang jumlah ragam sajian, tanpa merinci jenis makanan yang tersedia. Karena itu, perhatian pada angka tujuh menjadi penanda utama dalam rangkaian yang mereka jalani.

Buah-buahan juga menjadi bagian dari rangkaian acara, berdampingan dengan jajanan yang disiapkan. Namun, tidak ada rincian mengenai jenis buah yang digunakan, sehingga penyebutannya cukup dipahami sebagai salah satu unsur dalam persiapan mitoni tersebut. Pada bagian siraman, tujuh orang mendapat tugas menyiram Jodie. Jumlah itu selaras dengan pola serba tujuh yang tampak dalam acara, tetapi rincian teknis pelaksanaannya tidak dijelaskan. Dengan demikian, gambaran yang tersedia berfokus pada jumlah orang yang terlibat, bukan urutan atau tata cara siraman.

Rangkaian acara juga mengharuskan Jodie berganti pakaian hingga tujuh kali. Pergantian tersebut menambah panjang kegiatan yang ia ikuti pada hari itu. Jodie mengaku bahwa keseluruhan rangkaian cukup menguras tenaga, terlebih persiapannya telah dimulai sejak pagi. Pengakuan itu menunjukkan bahwa acara tidak hanya mencakup beberapa unsur simbolis, tetapi juga menuntut stamina dari orang yang menjalani prosesi. Meski demikian, informasi yang disampaikan tidak menyebut jenis busana yang dikenakan maupun detail tiap pergantian. Secara keseluruhan, jajanan tujuh rupa, kehadiran buah-buahan, tujuh orang yang menyiram, dan tujuh kali berganti pakaian memperlihatkan konsistensi tema angka tujuh. Unsur-unsur itu memberi karakter khusus pada mitoni Jodie dan Alden, sementara pengalaman Jodie tentang rasa lelah menjadi catatan mengenai intensitas kegiatan sejak pagi hingga rangkaian berlangsung.

Keputusan Brisia Jodie dan Jonathan Alden untuk menggelar mitoni berangkat dari kebiasaan yang sudah lama hidup di lingkungan keluarga mereka. Tradisi tujuh bulanan itu biasa dilakukan setiap kali ada anggota keluarga yang sedang mengandung dan memasuki usia kehamilan tujuh bulan. Karena itu, acara tersebut bukan semata-mata rangkaian perayaan untuk pasangan, melainkan juga cara keluarga mempertahankan kebiasaan yang telah diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Jodie dan Alden menyebut bahwa orang tua dari kedua belah pihak turut menginginkan terselenggaranya acara tersebut. Keinginan keluarga itu menjadi salah satu pertimbangan penting bagi pasangan dalam menentukan pilihan mereka.

Bagi Jodie, menjalani mitoni merupakan bentuk keinginan untuk menjaga tradisi keluarga. Ia ingin kebiasaan yang selama ini dilakukan ketika ada anggota keluarga hamil tujuh bulan tetap dilaksanakan, termasuk pada kehamilannya sendiri. Pilihan itu menunjukkan bahwa acara tersebut memiliki makna personal sekaligus nilai kekeluargaan bagi Jodie. Dengan melibatkan keluarga dalam momen kehamilan, tradisi tujuh bulanan menjadi kesempatan untuk berkumpul dan menandai fase penting yang sedang mereka jalani. Keputusan untuk mengadakan mitoni pun selaras dengan harapan orang tua, yang ingin tradisi tersebut tetap hadir dalam keluarga ketika Jodie memasuki usia kehamilan tujuh bulan.

Alden juga menyampaikan alasan yang sejalan dengan keinginan keluarga. Menurutnya, momen seperti ini jarang terjadi, sehingga terasa sayang apabila dilewatkan begitu saja. Pertimbangan itu semakin berarti karena kehamilan yang tengah dijalani Jodie merupakan kehamilan anak pertama mereka. Bagi pasangan, mitoni menjadi penanda khusus dalam perjalanan menyambut anak pertama, sekaligus kesempatan mengikuti kebiasaan keluarga yang sudah ada.