Sehari Bekerja, Perempuan Ditangkap Usai Bawa Kabur Uang dan Ponsel dari Apotek

oleh -65 Dilihat
oleh
Sehari Bekerja, Perempuan Ditangkap Usai Bawa Kabur Uang dan Ponsel dari Apotek

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Polisi menangkap seorang perempuan berinisial SS di wilayah Karanganyar, Jawa Tengah. Penangkapan tersebut berkaitan dengan dugaan pencurian uang tunai dan sebuah telepon genggam dari sebuah apotek di Cengkareng, Jakarta Barat. Peristiwa itu menjadi perhatian karena SS diduga baru sehari diterima bekerja di apotek tersebut sebelum uang dan ponsel dilaporkan hilang.

Perkara ini ditangani oleh Polres Metro Jakarta Barat. Dalam penanganannya, polisi mengaitkan penangkapan SS di Karanganyar dengan peristiwa yang berlangsung di apotek kawasan Cengkareng. Dugaan pencurian itu mencakup uang tunai serta satu unit telepon genggam, sebagaimana disampaikan dalam perkara yang kini ditangani kepolisian.

Rangkaian kejadian bermula ketika SS mulai bekerja di apotek tersebut. Namun, baru satu hari bekerja, perempuan itu diduga membawa kabur uang dan telepon genggam dari lokasi. Setelah peristiwa tersebut, polisi melakukan penanganan hingga SS ditemukan dan ditangkap di Karanganyar, Jawa Tengah. Kasus ini kemudian berada dalam penanganan Polres Metro Jakarta Barat, yang menangani dugaan pencurian dari apotek di Cengkareng tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Sudarman Korniawan menjelaskan, peristiwa tersebut diketahui pada Selasa, 29 September. Sebelum kejadian terungkap, SS disebut sempat tinggal di tempat kerja karena belum memiliki tempat tinggal. Kondisi itu membuat keberadaan SS di lokasi tidak langsung menimbulkan kecurigaan. Namun, situasi berubah ketika pelapor hendak berangkat kerja dan memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV.

Dari rekaman tersebut, pelapor mendapati kondisi pintu lokasi telah terbuka. Temuan itu kemudian mendorong pelapor melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap ruangan dan barang-barang yang berada di dalamnya. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah ada kerusakan atau benda yang berpindah dari tempat semula. Setelah dilakukan pengecekan, pelapor mengetahui sejumlah barang penting telah hilang dari lokasi.

Barang yang dilaporkan hilang berupa uang tunai sebesar Rp2 juta dan satu unit iPhone 11 berwarna putih dengan kapasitas penyimpanan 128 GB. Ponsel tersebut ditaksir memiliki nilai sekitar Rp15 juta. Selain menemukan pintu dalam keadaan terbuka dan menyadari adanya kehilangan, pelapor juga melihat SS meninggalkan lokasi tanpa memberikan pemberitahuan. Keterangan itu menjadi bagian dari informasi awal yang disampaikan kepada penyidik dalam mengungkap dugaan pencurian tersebut. Polisi kemudian menindaklanjuti laporan dengan memeriksa rekaman CCTV, mengumpulkan keterangan dari pihak terkait, serta menelusuri keberadaan SS berdasarkan rangkaian peristiwa yang terjadi di tempat kerja.

Setelah menerima laporan mengenai dugaan pencurian uang dan ponsel dari sebuah apotek, polisi segera melakukan penyelidikan. Laporan tersebut menjadi dasar bagi petugas untuk mengumpulkan informasi terkait kejadian, termasuk menelusuri keterangan yang dapat membantu mengungkap identitas perempuan yang diduga terlibat. Proses penyelidikan dilakukan untuk mencocokkan informasi yang diperoleh dengan rangkaian peristiwa yang dilaporkan oleh pihak apotek.

Dari hasil penyelidikan, petugas kemudian mengarah kepada seorang perempuan berinisial SS. Identitas SS disebut berkaitan dengan dugaan pencurian yang dilaporkan tersebut. Polisi selanjutnya melakukan pencarian untuk menemukan keberadaan perempuan itu. Tahap ini dilakukan setelah petugas memperoleh informasi yang dinilai dapat membantu menentukan lokasi SS.

Pada Kamis, 8 Oktober, polisi menangkap SS di sebuah klinik. Setelah diamankan, SS dibawa oleh petugas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan laporan dan pendalaman terhadap dugaan keterlibatannya dalam perkara pencurian di apotek. Dalam tahap ini, polisi masih menelusuri keterangan serta informasi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Penangkapan di klinik itu menjadi langkah lanjutan setelah penyelidikan polisi mengidentifikasi SS sebagai perempuan yang diduga terlibat. Seluruh keterangan yang diperoleh selanjutnya menjadi bagian dari proses pemeriksaan oleh petugas.

Dalam penanganan perkara pencurian di apotek tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang yang berkaitan dengan kejadian maupun barang yang diduga dibeli menggunakan uang hasil kejahatan. Barang bukti itu dicatat untuk mendukung proses penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut atas perkara yang sedang ditangani.

Salah satu barang yang diamankan adalah satu rekaman video kamera pengawas atau CCTV dari tempat kejadian. Rekaman tersebut menjadi bagian dari barang bukti karena memuat situasi di lokasi apotek dan dapat digunakan untuk membantu pemeriksaan rangkaian peristiwa yang dilaporkan. Selain rekaman CCTV, polisi juga menyita sepasang sepatu hitam yang disebut digunakan saat pencurian.

Polisi turut mengamankan beberapa barang yang diduga dibeli menggunakan uang hasil kejahatan. Barang-barang tersebut terdiri atas dua kaus, dua celana dalam, sepasang sepatu, satu jam tangan, satu topi, serta dua pasang kaus kaki. Seluruhnya tercatat sebagai barang yang disita dalam penanganan perkara.

Dengan demikian, barang yang diamankan mencakup bukti yang berhubungan langsung dengan lokasi dan waktu kejadian, serta sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penggunaan uang hasil pencurian. Rekaman CCTV, sepasang sepatu hitam, dan barang-barang lainnya akan menjadi bagian dari pemeriksaan polisi sesuai kebutuhan penyidikan. Penyebutan barang tersebut didasarkan pada daftar yang diamankan dalam perkara, tanpa keterangan tambahan mengenai nilai atau kepemilikannya.