Serangan di Pemakaman Gereja Yordania Tewaskan Tujuh Orang, Kawasan Arab Bereaksi

oleh -51 Dilihat
oleh
Serangan di Pemakaman Gereja Yordania Tewaskan Tujuh Orang, Kawasan Arab Bereaksi

Jakarta | Serangan bersenjata terhadap para pelayat di sebuah pemakaman gereja di Yordania selatan menewaskan tujuh orang dan melukai 27 lainnya. Peristiwa itu terjadi saat upacara pemakaman berlangsung di Gereja Ortodoks Yunani Santo George, desa Hamoud, wilayah Karak. Korban luka dilaporkan setelah sejumlah orang bersenjata melepaskan tembakan ke arah peserta yang hadir untuk mengantar jenazah.

Otoritas keamanan Yordania menyatakan bahwa tembakan diarahkan kepada para pelayat. Keterangan tersebut menempatkan warga yang berkumpul dalam upacara pemakaman sebagai sasaran serangan, meskipun rincian lengkap mengenai jalannya peristiwa belum seluruhnya dipaparkan secara terbuka. Jumlah korban yang disampaikan menunjukkan besarnya dampak serangan terhadap komunitas setempat, yang tengah berkumpul dalam suasana berkabung.

Sebuah laporan media, dengan mengutip sumber anonim, menyebutkan bahwa dua penyerang turun dari sebuah kendaraan sebelum menembaki peserta pemakaman. Rincian mengenai jumlah pelaku dan cara mereka tiba itu berasal dari laporan tersebut, bukan keterangan resmi yang telah dipastikan oleh otoritas. Karena itu, informasi tersebut perlu dibedakan dari pernyataan keamanan yang mengonfirmasi bahwa tembakan diarahkan kepada para pelayat. Belum ada dasar dalam keterangan yang tersedia untuk memperlakukan uraian sumber anonim itu sebagai temuan resmi.

Serangan di lokasi pemakaman gereja ini menambah duka bagi keluarga korban dan masyarakat di Karak. Para pelayat datang untuk menghadiri upacara pemakaman, tetapi kemudian menghadapi kekerasan yang menimbulkan korban jiwa dan puluhan orang terluka. Besarnya jumlah korban luka juga mengisyaratkan bahwa kebutuhan penanganan medis pascakejadian kemungkinan menjadi perhatian penting, meski rincian kondisi masing-masing korban tidak disebutkan dalam informasi yang tersedia.

Pada tahap awal, fakta yang dapat ditegaskan adalah bahwa tujuh orang tewas, 27 orang terluka, dan sasaran tembakan adalah para pelayat di Gereja Santo George, desa Hamoud. Informasi lebih lanjut tentang identitas pelaku, motif, serta urutan kejadian masih memerlukan konfirmasi dari penyelidikan dan pernyataan otoritas. Pemisahan keterangan resmi dan laporan yang mengandalkan sumber anonim penting agar gambaran peristiwa tetap akurat, terutama ketika informasi awal mengenai serangan masih berkembang.

Aparat keamanan Yordania masih memburu para penyerang dan pihak lain yang diduga terlibat dalam serangan di pemakaman gereja yang menewaskan tujuh orang. Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap rangkaian kejadian, menentukan peran setiap pihak, serta memastikan apakah serangan tersebut direncanakan atau mendapat dukungan dari jaringan tertentu. Menteri Dalam Negeri Mazin al Farrayeh mengatakan aparat bekerja tanpa henti untuk menindaklanjuti kasus itu. Namun, ia mengingatkan bahwa hingga kini identitas dan afiliasi para pelaku belum dapat dipastikan. Pemerintah meminta publik menunggu keterangan resmi dan menghindari kesimpulan sebelum penyelidikan selesai.

Juru bicara pemerintah sekaligus Menteri Komunikasi Mohammad Momani menyatakan penyelidik sedang mendalami kemungkinan hubungan para pelaku dengan organisasi tertentu. Ia juga mengaitkan serangan tersebut dengan ideologi ekstremis takfiri, yang menggunakan penafsiran keagamaan untuk membenarkan kekerasan terhadap pihak yang dianggap menyimpang. Meski demikian, Momani menegaskan bahwa dugaan mengenai identitas maupun afiliasi pelaku belum terkonfirmasi. Penyelidik masih mengumpulkan dan memeriksa informasi sebelum menetapkan kesimpulan. Pemerintah menyatakan hasil penyelidikan akan diumumkan setelah seluruh proses rampung, sehingga keterangan yang disampaikan saat ini belum menjadi penetapan resmi mengenai pihak yang bertanggung jawab.

Di tengah penyelidikan, Perdana Menteri Jafar Hassan menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari, mulai Jumat, 23 Oktober 2026. Ia juga memerintahkan agar bendera dikibarkan setengah tiang di kementerian dan lembaga publik. Pemerintah menyebut keputusan tersebut sebagai ungkapan duka atas korban sekaligus bentuk solidaritas rakyat Yordania kepada keluarga yang ditinggalkan. Penetapan masa berkabung berlangsung ketika aparat melanjutkan pencarian terhadap para pelaku dan mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain. Pemerintah belum menyampaikan jadwal lebih terperinci mengenai pengumuman hasil penyelidikan, tetapi menegaskan informasi resmi akan diberikan setelah pemeriksaan selesai. Sementara itu, otoritas meminta masyarakat mengikuti perkembangan melalui saluran pemerintah, menjaga ketenangan, dan memberi ruang bagi penyelidik untuk menuntaskan pekerjaan mereka. Langkah tersebut dimaksudkan untuk menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi, terutama mengenai identitas dan hubungan pelaku dengan kelompok tertentu.

Raja Yordania Abdullah II mengunjungi sejumlah korban luka akibat serangan di pemakaman gereja di kawasan Karak pada Jumat malam. Ia mendatangi Rumah Sakit Pemerintah Karak, tempat para korban menerima perawatan setelah insiden yang menewaskan tujuh orang tersebut. Kunjungan itu berlangsung ketika perhatian publik tertuju pada kondisi korban dan upaya penanganan medis, sekaligus pada langkah pemerintah dalam menanggapi serangan tersebut. Kehadiran raja di rumah sakit menjadi bentuk perhatian terhadap warga yang terluka dan keluarga mereka, di tengah suasana duka setelah peristiwa itu.

Sebelum kunjungan tersebut, Abdullah II telah berjanji bahwa pihak yang bertanggung jawab akan menerima hukuman paling berat. Pernyataan itu mencerminkan sikap tegas pemimpin Yordania terhadap kekerasan yang terjadi di lokasi pemakaman. Namun, janji mengenai hukuman tidak sama dengan putusan pengadilan. Penetapan tanggung jawab dan konsekuensi hukum harus bergantung pada penyelidikan serta proses peradilan yang berlaku. Pada tahap ini, pernyataan raja perlu dipahami sebagai komitmen untuk menindak pelaku apabila mereka teridentifikasi dan terbukti bersalah, bukan sebagai pengumuman bahwa perkara telah selesai.

Kunjungan ke rumah sakit dan pernyataan tentang hukuman berat juga mengirim pesan bahwa keselamatan masyarakat menjadi perhatian pemerintah. Meski demikian, informasi mengenai siapa yang melakukan serangan, motifnya, maupun perkembangan penyelidikan tidak dapat disimpulkan hanya dari janji tersebut. Belum ada dasar dalam keterangan ini untuk menyatakan bahwa pelaku telah ditangkap atau identitasnya sudah diketahui. Penyelidikan tetap menjadi tahapan penting untuk mengumpulkan bukti, menetapkan fakta, dan memastikan setiap tindakan hukum dilakukan sesuai prosedur. Bagi keluarga korban dan masyarakat, kejelasan informasi serta proses yang dapat dipertanggungjawabkan akan menjadi bagian penting dari respons setelah tragedi tersebut.

Serangan di pemakaman gereja Yordania memicu gelombang kecaman dan solidaritas dari kawasan Arab. Sebanyak 11 negara menyampaikan penolakan terhadap kekerasan tersebut: Lebanon, Suriah, Irak, Palestina, Mesir, Uni Emirat Arab, Oman, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Bahrain. Pernyataan mereka menegaskan dukungan kepada Yordania sekaligus menolak segala tindakan yang mengancam keselamatan warga dan merusak kehidupan bersama. Kecaman itu juga mencerminkan perhatian luas terhadap perlindungan tempat ibadah, apa pun agama yang dianut komunitas penggunanya.

Selain negara-negara tersebut, Liga Arab dan Dewan Menteri Dalam Negeri Arab turut menolak upaya memicu perpecahan di tengah masyarakat. Sekretaris Jenderal Liga Arab Nabil Fahmy menyebut serangan terhadap tempat ibadah sebagai tindakan teroris yang tidak dapat diterima. Ia menegaskan bahwa tempat ibadah harus dihormati dan dilindungi, serta kekerasan semacam ini tidak boleh dibiarkan mengganggu hubungan antarumat beragama. Sikap organisasi regional itu menempatkan persatuan dan penolakan terhadap terorisme sebagai pesan utama dalam merespons serangan.

Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan bahwa terorisme tidak mengenal agama maupun tanah air, menekankan bahwa ancaman tersebut melampaui batas identitas dan negara. Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi juga menyampaikan dukungan kepada Yordania dalam menghadapi kekerasan dan terorisme. Di dalam negeri, Menteri Komunikasi Pemerintah Yordania, Mohammad Momani, menegaskan umat Kristen merupakan bagian integral dari tatanan nasional Yordania. Pemerintah menekankan bahwa serangan terhadap tempat ibadah tidak boleh merusak persatuan nasional ataupun memicu perpecahan antarumat beragama. Pesan solidaritas dari negara-negara dan lembaga regional, bersama penegasan pemerintah tersebut, diarahkan untuk mencegah pelaku kekerasan mencapai tujuan memecah masyarakat.

Baca juga: Korban Jiwa Karhutla Bertambah, Enam Orang Meninggal di Kawasan Bromo | Tambang Emas Kristalin Eka Lestari di Nabire Ditutup, Kawasan Akan Dikelola Antam | Asap Karhutla Way Kambas Ganggu Warga di Sekitar Kawasan Hutan