Sopir Taksi Online Diserang dan Nyaris Ditabrak Saat Meloloskan Diri di Pamulang

oleh -49 Dilihat
oleh
Sopir Taksi Online Diserang dan Nyaris Ditabrak Saat Meloloskan Diri di Pamulang

Tangerang | Ahmad Andalusi, seorang sopir taksi online, menjadi korban dugaan pembegalan di wilayah Pamulang, Tangerang Selatan, pada Selasa, 6 Oktober 2026. Peristiwa tersebut bermula ketika Ahmad menerima pesanan perjalanan melalui aplikasi transportasi daring. Ia kemudian menuju titik penjemputan sesuai informasi yang tercantum dalam aplikasi untuk menemui calon penumpang.

Namun, orang yang ditemui Ahmad di lokasi tidak sesuai dengan identitas pemesan. Pria tersebut bukan sosok yang namanya tertera pada aplikasi, sehingga Ahmad sempat merasa curiga dan menolak mengantarkannya. Perbedaan identitas itu membuat situasi sejak awal terasa tidak biasa, terutama karena perjalanan dilakukan berdasarkan data pemesanan yang seharusnya menjadi acuan pengemudi.

Meski sempat menolak, Ahmad akhirnya bersedia membawa pria tersebut setelah calon penumpang itu memohon. Tujuan perjalanan yang disampaikan adalah kawasan Bambu Apus, Pamulang. Ahmad pun melanjutkan perjalanan dengan harapan permintaan tersebut tidak menimbulkan masalah, meskipun sebelumnya telah menemukan ketidaksesuaian identitas di aplikasi dan orang yang berada di titik jemput.

Sesampainya di kawasan tujuan, pria itu menyampaikan alasan hendak mengambil uang tunai dari tempat kosnya. Ia kemudian meminta Ahmad menunggu selama kurang lebih 15 menit. Permintaan tersebut menjadi bagian awal dari rangkaian kejadian yang kemudian membuat Ahmad berada dalam situasi berbahaya. Saat menunggu, ia belum mengetahui bahwa perjalanan itu diduga berkaitan dengan upaya perampasan terhadap pengemudi taksi online.

Situasi berubah ketika pria tersebut kembali ke mobil yang sedang digunakan Ahmad. Berdasarkan keterangan Ahmad, penyerangan langsung terjadi setelah itu. Ia mengatakan dirinya ditusuk berkali-kali menggunakan senjata tajam. Serangan tersebut berlangsung di dalam kendaraan, sehingga mobil menjadi lokasi ketika Ahmad mengalami luka akibat tindakan pelaku.

Ahmad menyebut dirinya sempat memberikan perlawanan saat diserang. Namun, upaya itu tidak menghentikan pelaku. Dalam keadaan tersebut, pelaku menendang Ahmad sebanyak dua kali. Tendangan itu membuat Ahmad kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terjatuh dari mobil. Keterangan tersebut menggambarkan perubahan cepat dari situasi di sekitar kendaraan menjadi serangan langsung terhadap pengemudi.

Peristiwa itu membuat Ahmad tidak lagi berada di dalam kendaraan setelah menghadapi serangan dan tendangan dari pelaku. Ia jatuh dari mobil dalam rangkaian kejadian yang berlangsung setelah pria tersebut kembali. Penjelasan Ahmad menjadi dasar untuk memahami bahwa penusukan terjadi di dalam kendaraan, sedangkan jatuhnya korban berlangsung setelah ia ditendang dua kali.

Keterangan mengenai kejadian tersebut disampaikan untuk menjelaskan urutan serangan yang dialami Ahmad. Mula-mula, pria itu kembali ke mobil. Setelah itu, serangan menggunakan senjata tajam terjadi secara langsung dan dilakukan berkali-kali. Ahmad kemudian berusaha melawan, tetapi pelaku menendangnya dua kali sampai ia terjatuh dari kendaraan. Tidak ada rincian lain yang ditambahkan di luar keterangan korban mengenai serangan dan jatuhnya ia dari mobil.

Setelah terjatuh akibat serangan tersebut, Ahmad berusaha segera menjauh dari lokasi untuk mencari pertolongan. Dalam kondisi masih berupaya menyelamatkan diri, ia melihat mobil miliknya dibawa kabur oleh para pelaku. Ahmad menduga pelaku menggunakan kendaraan tersebut untuk mengejarnya setelah berhasil menguasai mobil. Situasi itu membuat Ahmad terus bergerak menjauh karena khawatir serangan kembali terjadi.

Menurut keterangan Ahmad, pelaku sempat berusaha menabraknya menggunakan mobil yang dibawa kabur. Kendaraan itu diarahkan ke posisinya ketika ia berusaha meloloskan diri dari lokasi kejadian. Ahmad berhasil menghindari tabrakan dengan membuang badan ke sisi lain. Tindakan tersebut dilakukan secara spontan untuk menghindari benturan dan memberi dirinya kesempatan mencari tempat yang lebih aman.

Setelah berhasil menghindar, Ahmad kemudian berlari menuju kawasan permukiman yang ramai. Ia berharap dapat memperoleh bantuan dari warga dan menjauh dari kejaran pelaku. Warga yang melihat situasi tersebut kemudian keluar dari rumah masing-masing. Kehadiran warga membuat pelaku diduga memilih meninggalkan lokasi dan tidak melanjutkan pengejaran terhadap Ahmad.

Dalam kejadian itu, Ahmad kehilangan sejumlah barang miliknya. Barang yang dibawa kabur meliputi satu unit mobil, dompet, dan telepon genggam. Hilangnya kendaraan menjadi kerugian utama karena mobil tersebut diduga digunakan pelaku saat melarikan diri sekaligus mengejar korban. Sementara itu, dompet dan telepon genggam turut hilang ketika Ahmad diserang dan berusaha menyelamatkan diri. Peristiwa tersebut selanjutnya menjadi perhatian warga dan diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku serta melacak keberadaan kendaraan milik Ahmad.

Perkara penyerangan terhadap Ahmad, sopir taksi online di Pamulang, masih dalam penanganan kepolisian. Mobil milik Ahmad telah diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan. Selain itu, laporan mengenai kejadian tersebut telah dibuat di Polsek Pamulang untuk mendokumentasikan rangkaian peristiwa serta menindaklanjuti dugaan pencurian dengan kekerasan.

Ahmad menyampaikan apresiasi kepada petugas yang menangani perkara tersebut. Ia juga berterima kasih kepada warga yang memberikan bantuan ketika dirinya berupaya menyelamatkan diri dari serangan. Dukungan masyarakat dinilai membantu proses evakuasi dan memungkinkan informasi mengenai kendaraan serta dugaan pelaku segera diteruskan kepada pihak berwenang.

Dalam perkembangan terbaru, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap pria berinisial AA, 21 tahun. Ia diduga terlibat dalam pencurian dengan kekerasan terhadap sopir taksi online tersebut. Kanit 2 Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Reza Arif Hadafi menyebut, terduga pelaku diduga memesan layanan menggunakan akun taksi online atas nama perempuan untuk mengelabui korban.

Menurut keterangan tersebut, AA diduga telah merencanakan penguasaan kendaraan dan telepon genggam milik Ahmad untuk kemudian dijual. Polisi masih mendalami peran terduga pelaku, termasuk rangkaian persiapan dan motif dalam perkara ini. Proses hukum akan menentukan status serta pertanggungjawaban AA berdasarkan bukti dan hasil pemeriksaan.

Terkait informasi mengenai temuan sembilan pisau di dalam tas terduga pelaku, jumlah dan jenis senjata tajam itu masih menunggu konfirmasi resmi dari kepolisian. Ahmad menyebut dua pisau diduga digunakan dalam penyerangan, tetapi keterangan tersebut tetap perlu disandingkan dengan hasil penyitaan, pemeriksaan barang bukti, serta keterangan penyidik. Kepolisian diharapkan menyampaikan perkembangan perkara secara resmi setelah seluruh proses pemeriksaan selesai.

Baca juga: Rombongan Persib EPA U-18 Diserang di Batang, Manajemen Desak Pelaku Diproses | Rombongan Persib U18 Diduga Diserang di Rest Area Batang, Bus Rusak dan Barang Tim Dijarah