Wirausaha Paling Diincar Anak Muda, Survei Petakan Pilihan Kerja hingga Beda Generasi

oleh -61 Dilihat
oleh
Pemantauan Pagi Catat Penurunan Polutan di Sejumlah Wilayah Jakarta

Jakarta | Survei Pemuda Indonesia 2026: Pekerjaan, Aspirasi, dan Pilihan Masa Depan yang dilakukan KedaiKOPI mencatat wirausaha sebagai pilihan profesi yang paling banyak disebut anak muda. Ketika responden ditanya pekerjaan atau profesi yang ingin mereka jalani sekarang maupun wujudkan pada masa depan, sebanyak 32,8 persen memilih pengusaha atau wirausaha. Temuan ini menempatkan pilihan tersebut di urutan teratas dalam aspirasi kerja yang terpetakan melalui survei.

Angka 32,8 persen menunjukkan porsi responden yang menyatakan minat terhadap profesi pengusaha atau wirausaha dalam konteks pertanyaan survei. Dengan demikian, data tersebut menggambarkan aspirasi yang tercatat, bukan jumlah anak muda yang saat ini telah menjalankan usaha. Perbedaan ini penting agar hasil survei dibaca sesuai cakupannya: responden menyebut pekerjaan yang ingin dijalani sekarang atau diwujudkan pada masa depan, sehingga jawaban mencerminkan pilihan dan harapan mereka.

Posisi teratas wirausaha juga memberikan gambaran tentang ragam arah pekerjaan yang dipertimbangkan generasi muda. Namun, angka survei itu sendiri tidak menjelaskan alasan responden memilih jalur tersebut, tingkat kesiapan mereka untuk memulai usaha, maupun rencana konkret yang mungkin dimiliki. Karena sumber data yang disampaikan tidak memuat keterangan mengenai faktor pendorong, hasil ini sebaiknya tidak ditafsirkan sebagai bukti bahwa anak muda memilih wirausaha karena alasan tertentu.

Dalam membaca temuan utama ini, fokusnya adalah pada urutan pilihan yang muncul dan besarnya proporsi responden yang menyebut wirausaha. Sebanyak 32,8 persen menjadikan profesi tersebut pilihan paling banyak disebut dalam survei KedaiKOPI. Temuan ini menjadi potret aspirasi kerja anak muda pada saat survei dilakukan, sekaligus titik awal untuk memahami pilihan masa depan mereka tanpa menyamakan keinginan dengan pekerjaan yang telah dijalani. Data tersebut juga tidak dengan sendirinya menggambarkan seluruh anak muda di luar responden survei. Untuk mengetahui gambaran yang lebih lengkap, hasil tentang pilihan wirausaha perlu dibaca bersama informasi lain dalam survei, seperti rincian pilihan profesi dan karakteristik responden, apabila tersedia.

Di luar pilihan wirausaha yang menempati posisi tertinggi, survei juga mencatat beragam profesi lain yang diminati responden. Ragam ini menunjukkan bahwa pilihan kerja tidak hanya berkisar pada satu jalur, tetapi mencakup pekerjaan berbasis layanan, perdagangan, sektor formal, pendidikan, media digital, hingga kesehatan. Persentase setiap kategori memperlihatkan seberapa banyak responden menyebut jenis pekerjaan tersebut. Perlu diperhatikan, sejumlah pilihan memiliki angka yang berdekatan, sehingga urutan berdasarkan persentase membantu membedakan tingkat minat yang tercatat dalam survei.

Pada urutan berikutnya, kategori gabungan pemandu wisata, NGO, dan profesi lain memperoleh 7,5 persen. Kelompok ini berada di atas pedagang, yang dipilih oleh 7,1 persen responden. Dengan demikian, pedagang menempati posisi setelah kategori gabungan tersebut, bukan sebaliknya. Pekerja kantoran tercatat dengan angka 6,4 persen, disusul PNS/ASN/PPK atau pegawai pemerintah sebesar 5,7 persen. Data itu memperlihatkan adanya minat pada pekerjaan di sektor perdagangan maupun jalur kerja formal, meskipun keduanya masih berada di bawah wirausaha sebagai pilihan teratas.

Di bidang pendidikan, guru, pengajar, atau tenaga kependidikan dipilih oleh 4 persen responden. Kreator konten menyusul dengan 3,9 persen, hanya terpaut tipis dari kategori pendidikan. Sementara itu, sebanyak 3 persen responden menyatakan terbuka pada pekerjaan apa saja yang layak. Pilihan ini menggambarkan bahwa sebagian orang belum terpaku pada satu profesi tertentu, selama pekerjaan yang tersedia dinilai memenuhi kriteria kelayakan. Tenaga kesehatan berada di urutan berikutnya dalam daftar ini, dengan persentase 2,6 persen.

Secara berurutan, angka-angka tersebut adalah 7,5 persen untuk kategori gabungan pemandu wisata, NGO, dan profesi lain; 7,1 persen untuk pedagang; 6,4 persen untuk pekerja kantoran; 5,7 persen untuk PNS/ASN/PPK atau pegawai pemerintah; 4 persen untuk guru, pengajar, atau tenaga kependidikan; 3,9 persen untuk kreator konten; 3 persen untuk pekerjaan apa saja yang layak; dan 2,6 persen untuk tenaga kesehatan. Daftar ini melengkapi gambaran pilihan responden, dengan wirausaha tetap menjadi pilihan kerja paling tinggi secara keseluruhan.

Catatan survei tentang pekerjaan impian anak muda turut mencatat hadirnya sejumlah profesi yang relatif baru dalam daftar pilihan responden. Di kategori yang disebutkan, konten kreator dipilih oleh 3,9 persen responden. Sementara itu, pekerjaan IT/data tercatat dipilih oleh 2,4 persen responden. Kedua angka tersebut menunjukkan porsi pilihan untuk masing-masing kategori sebagaimana disampaikan dalam hasil survei, tanpa mengubah penyebutan maupun nilai persentasenya.

Kemunculan konten kreator dan pekerjaan IT/data memperluas ragam jenis pekerjaan yang muncul dalam pemetaan aspirasi pemuda. Keduanya tercatat berdampingan sebagai kategori pekerjaan dalam survei, dengan persentase pilihan yang berbeda. Konten kreator memperoleh angka 3,9 persen, sedangkan pekerjaan IT/data memperoleh 2,4 persen. Data itu memberikan gambaran mengenai bagian responden yang memilih masing-masing kategori, bukan keterangan mengenai alasan pilihan, jalur untuk memasuki profesi, atau kondisi pekerjaan tersebut.

Karena itu, pembacaan terhadap temuan ini perlu berfokus pada informasi yang benar-benar dicatat: nama kategori dan angka pilihan responden. Penyebutan profesi tersebut menunjukkan bahwa daftar pekerjaan impian dalam survei tidak hanya memuat kategori yang sudah lama dikenal, tetapi juga mencakup pekerjaan yang relatif baru. Namun, persentase yang dicantumkan tetap perlu dipahami secara spesifik sebagai hasil untuk kategori masing-masing. Konten kreator berada pada angka 3,9 persen dan pekerjaan IT/data pada 2,4 persen. Catatan ini menjadi bagian dari peta pilihan kerja anak muda yang disajikan survei, tanpa memberikan dasar untuk menyimpulkan faktor penyebab atau perkembangan di luar data yang dikutip. Dengan menjaga konteks tersebut, angka-angka itu dapat dibaca sebagai ringkasan pilihan responden terhadap dua kategori pekerjaan, sekaligus sebagai catatan tentang variasi aspirasi yang masuk dalam hasil survei. Rincian ini melengkapi pemetaan pilihan kerja dengan mencantumkan profesi yang tergolong relatif baru serta persentase responden yang memilihnya, sesuai kategori yang digunakan sumber.Data survei memperlihatkan bahwa wirausaha menjadi pilihan kerja yang paling banyak disebut oleh responden dari dua kelompok usia yang tersedia. Pada Gen Z berusia 17–29 tahun, sebanyak 25,5 persen memilih berwirausaha. Sementara itu, di milenial berusia 30–45 tahun, angka yang tercatat mencapai 39,1 persen. Dengan demikian, pilihan yang menempati posisi teratas sama pada kedua kelompok, meskipun persentase responden yang memilihnya berbeda.

Selisih kedua angka tersebut adalah 13,6 poin persentase, dengan persentase pada milenial lebih tinggi daripada pada Gen Z. Perbandingan ini menjelaskan perbedaan hasil survei secara langsung, tetapi tidak dengan sendirinya menerangkan alasan di baliknya. Data yang tersedia hanya menunjukkan proporsi responden yang menyatakan pilihan, bukan faktor yang membentuk aspirasi itu. Karena itu, angka tersebut sebaiknya dibaca sebagai gambaran pilihan dalam survei, bukan sebagai ukuran pasti perilaku seluruh orang pada rentang usia terkait.

Temuan ini juga tidak berarti setiap anggota Gen Z maupun milenial ingin menjalankan usaha. Pilihan kerja dapat beragam di dalam masing-masing kelompok, sementara persentase yang dipaparkan merangkum jawaban responden secara agregat. Tanpa rincian tambahan mengenai profil peserta, pertanyaan survei, atau pilihan lain yang tersedia, penafsiran lebih jauh perlu dibatasi.

Baca juga: Survei Kedaikopi Petakan Pilihan Politik dan Harapan Pemuda Menuju 2029 | Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1808/Mansel, Sosialisasikan Perekrutan Prajurit TNI AD Untuk Generasi Muda | Yusril Dorong Anak Muda Rawat Persatuan dan Kepastian Hukum