Arema FC Akhiri Kerja Sama dengan Marcos Santos Setelah Kekalahan dari Persija

oleh -162 Dilihat
oleh
Arema FC Akhiri Kerja Sama dengan Marcos Santos Setelah Kekalahan dari Persija

Jakarta | Arema FC mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Marcos Santos setelah menelan kekalahan 1-5 dari Persija Jakarta pada matchday keenam Super League. Pemutusan kontrak Santos diumumkan pada Jumat, 23 Oktober. Dengan pengumuman tersebut, masa tugasnya bersama Arema FC resmi berakhir. Keputusan klub itu menyusul hasil pertandingan yang menjadi pukulan bagi tim, sekaligus membawa perubahan pada posisi kepelatihan. Kekalahan tersebut juga berdampak pada posisi Arema FC di klasemen, sehingga evaluasi terhadap kinerja tim menjadi perhatian setelah laga. Klub tidak merinci hal lain terkait proses berakhirnya kerja sama dalam informasi yang tersedia.

Hasil 1-5 itu membuat Arema FC turun ke peringkat ke-12 klasemen Super League. Perubahan posisi tersebut menambah konsekuensi dari kekalahan pada matchday keenam, selain keputusan klub untuk mengakhiri kontrak pelatih kepala. Peringkat ke-12 menjadi gambaran posisi tim setelah pertandingan melawan Persija, dan mencatat situasi yang dihadapi Arema dalam kompetisi saat ini. Namun, informasi mengenai jarak poin, jumlah kemenangan, atau susunan tim lain di klasemen tidak tersedia dalam bahan yang disampaikan. Karena itu, dampak hasil tersebut dapat dijelaskan melalui perubahan peringkat dan pergantian pelatih, tanpa membuat klaim lebih jauh mengenai peluang Arema pada pertandingan mendatang.

Pengumuman pada Jumat, 23 Oktober, memastikan bahwa Marcos Santos tidak lagi memimpin Arema FC setelah kekalahan tersebut. Bagi klub, keputusan mengakhiri kerja sama menandai respons langsung terhadap situasi yang muncul seusai laga, meskipun rincian pertimbangan internal tidak dijelaskan. Untuk sementara, fakta utama yang diketahui mencakup hasil pertandingan, perubahan posisi klasemen, dan berakhirnya kontrak pelatih. Tidak ada informasi tambahan dalam bahan mengenai siapa yang akan menggantikan Santos atau bagaimana susunan kepelatihan berikutnya. Dengan demikian, perhatian kini tertuju pada langkah Arema FC setelah pergantian tersebut, sementara perjalanan tim di Super League berlanjut dalam kondisi berada di peringkat ke-12.

Manajemen Arema FC menyatakan bahwa keputusan mengakhiri kerja sama dengan Marcos Santos diambil setelah klub melakukan evaluasi menyeluruh terhadap situasi tim. Evaluasi tersebut mencakup serangkaian hasil negatif yang dinilai perlu menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan arah klub. Dengan demikian, keputusan itu tidak dijelaskan semata-mata sebagai respons terhadap satu pertandingan, melainkan sebagai hasil penilaian atas performa dan hasil yang terkumpul selama periode sebelumnya. Seusai kekalahan dari Persija, manajemen menyampaikan bahwa peninjauan telah dilakukan sebelum keputusan resmi diumumkan. Langkah tersebut menandai berakhirnya hubungan kerja Arema FC dan pelatih asal Brasil itu.

Dalam keterangannya, manajemen mengaitkan keputusan dengan kebutuhan menjaga arah perjalanan Arema pada kompetisi musim 2026/2027. Ini menunjukkan pertimbangan klub tidak hanya tertuju pada hasil jangka pendek, tetapi juga pada keberlanjutan rencana tim ketika memasuki musim tersebut. Evaluasi atas hasil yang belum sesuai harapan menjadi dasar untuk menilai kembali kerja sama yang telah berjalan. Dalam penjelasan yang disampaikan, manajemen menempatkan perubahan ini sebagai keputusan organisasi yang ditujukan untuk mempertahankan arah perjalanan klub. Pernyataan itu tidak merinci penilaian teknis ataupun aspek lain yang melandasinya, sehingga alasan yang dapat dipastikan tetap berpusat pada evaluasi rentetan hasil negatif serta tujuan menjaga arah kompetisi mendatang.

Secara resmi, pengumuman manajemen memastikan berakhirnya kerja sama Arema FC dengan Santos. Pernyataan tersebut merupakan kepastian mengenai keputusan yang telah diambil, bukan pengumuman mengenai siapa yang akan menangani tim setelah kepergiannya. Klub, dalam informasi yang disampaikan, tidak mengumumkan nama pengganti maupun menjabarkan langkah berikutnya. Karena itu, perkembangan setelah keputusan ini belum dapat disimpulkan dari keterangan yang tersedia. Yang ditegaskan manajemen adalah evaluasi menyeluruh atas hasil negatif dan pertimbangan untuk menjaga arah Arema pada kompetisi 2026/2027. Berakhirnya kerja sama dengan Santos menjadi hasil langsung dari keputusan tersebut. Dengan batasan informasi itu, pemberitaan dapat menempatkan keputusan dalam konteks evaluasi klub tanpa mengaitkannya dengan spekulasi mengenai calon pelatih, strategi, atau agenda manajemen yang belum disampaikan.

Marcos Santos mulai menangani Arema FC sejak awal musim 2025/2026. Penunjukan tersebut menandai dimulainya perjalanan pelatih asal Brasil itu bersama Singo Edan, dengan tugas membangun tim dan menjaga daya saing klub di Super League. Sepanjang musim tersebut, Santos memimpin Arema dalam 34 pertandingan liga. Catatan itu memberi gambaran tentang masa kerjanya: ia mendampingi tim melalui rangkaian kompetisi penuh, bukan hanya dalam periode singkat atau beberapa laga tertentu.

Arema menutup musim 2025/2026 di posisi kesembilan klasemen. Peringkat tersebut menjadi hasil akhir perjalanan tim di bawah arahan Santos pada musim pertamanya. Posisi itu juga menjadi konteks penting untuk menilai masa kepelatihannya, karena menunjukkan capaian Arema setelah menjalani 34 pertandingan Super League bersama sang pelatih. Informasi mengenai jumlah laga dan posisi akhir tersebut menggambarkan rekam kerja Santos tanpa mengabaikan bahwa hasil sebuah musim turut dipengaruhi perjalanan tim sepanjang kompetisi.

Memasuki musim keduanya, perjalanan Santos bersama Arema kemudian dibayangi hasil yang kurang memuaskan. Situasi itu memberi nuansa berbeda dibanding masa awal kepelatihannya, ketika ia baru memulai tugas dan membawa tim menyelesaikan satu musim penuh di liga. Dalam periode berikutnya, performa yang belum sesuai harapan menjadi bagian dari latar belakang hubungan kerja keduanya. Perubahan hasil tersebut penting dicatat sebagai perkembangan perjalanan Santos, bukan sebagai pengganti catatan musim pertamanya.

Dengan demikian, masa Santos bersama Singo Edan memiliki dua fase yang perlu dipahami secara berurutan. Ia memulai pekerjaan pada awal musim 2025/2026, memimpin Arema dalam 34 pertandingan Super League, dan menutup kompetisi di posisi kesembilan. Setelah itu, pada musim keduanya, hasil yang kurang memuaskan mulai membayangi kiprahnya. Rangkaian catatan tersebut menjadi konteks perjalanan kepelatihannya di Arema sebelum klub mengakhiri kerja sama dengannya setelah kekalahan dari Persija. Pemisahan capaian musim pertama dan tekanan pada musim berikutnya membantu menjelaskan bagaimana masa kepelatihannya berkembang dari satu periode ke periode selanjutnya.

Dalam enam pertandingan pertama musim ini, Arema FC mencatat satu kemenangan, dua kekalahan, dan tiga hasil imbang. Catatan tersebut menggambarkan hasil yang beragam pada awal kompetisi, dengan kemenangan menjadi satu-satunya hasil positif penuh dalam rangkaian enam laga tersebut. Arema meraih kemenangan itu dengan skor 4-0 atas Isenmulang Kalteng FC. Hasil tersebut menjadi penanda bahwa tim mampu mengamankan tiga poin sekaligus mencetak empat gol dalam satu pertandingan. Di luar laga tersebut, Arema belum memperoleh kemenangan lain dalam enam pertandingan awal musim.

Dua kekalahan yang tercatat menjadi bagian dari perjalanan klub pada periode itu, termasuk kekalahan dari Persija yang mendahului keputusan untuk mengakhiri kerja sama dengan Marcos Santos. Sementara itu, tiga pertandingan berakhir imbang. Dengan demikian, lima dari enam laga awal tidak berujung pada kemenangan bagi Arema, meskipun hasil imbang tetap menambah poin dalam catatan kompetisi. Susunan hasil ini memberikan gambaran faktual mengenai pencapaian tim selama periode yang menjadi sorotan, tanpa mengubah rincian dasar bahwa Arema mengumpulkan satu kemenangan, tiga hasil seri, dan dua kekalahan.

Dalam pernyataan terkait berakhirnya kerja sama, klub menyampaikan apresiasi kepada Marcos Santos atas dedikasi yang telah diberikan selama menjalankan tugasnya bersama Arema. Apresiasi tersebut menjadi bagian dari komunikasi resmi klub setelah keputusan mengenai kerja sama diumumkan. Arema juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung.

Baca juga: Peluang Berlimpah, Persebaya Gagal Hindari Kekalahan dari PSM | Lamaran Tak Berjawab, Pencari Kerja Tuli Menghadapi Hambatan di Bursa Kerja | Pekan Ketujuh Super League: Persija Jaga Puncak, Persib Berburu Poin