Fortu Digital Tawarkan Model Kemitraan Berkelanjutan bagi Pengusaha Digital Printing

oleh -138 Dilihat
oleh
Fortu Digital Buka Kemitraan Layar Digital bagi Pengusaha Percetakan

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Perubahan pola bisnis mulai terlihat dalam industri digital printing. Selama ini, banyak pengusaha mengandalkan transaksi satu kali dari pesanan spanduk, banner, dan materi promosi sejenis. Pesanan tersebut dikerjakan sesuai kebutuhan pelanggan, kemudian hubungan bisnis berakhir setelah produk diterima. Pola seperti ini membuat pemasukan sangat bergantung pada datangnya pesanan baru secara berulang.

Di sisi lain, pemilik merek kini mengalihkan sebagian anggaran promosinya ke layar digital. Perubahan pilihan media tersebut turut mengubah kebutuhan promosi yang sebelumnya banyak diwujudkan melalui produk cetak. Bagi pengusaha digital printing, kondisi ini menjadi tanda bahwa sumber pendapatan tidak dapat hanya bertumpu pada pengerjaan spanduk atau banner. Mereka perlu mempertimbangkan bentuk usaha yang dapat membuka aliran pendapatan lain secara lebih berkelanjutan.

Kebutuhan untuk mencari sumber pendapatan berikutnya menjadi semakin relevan karena transaksi satu kali tidak selalu memberikan kesinambungan bagi pelaku usaha. Setelah pesanan selesai, pengusaha kembali perlu memperoleh pelanggan dan proyek baru. Situasi tersebut mendorong pemilik bisnis digital printing untuk melihat peluang yang dapat melengkapi kegiatan percetakan, tanpa meninggalkan pengalaman dan jaringan yang telah mereka bangun.

Dalam konteks itulah, peluang kemitraan yang ditawarkan PT Fortu Digital Teknologi atau Fortu Digital hadir sebagai salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan oleh pengusaha digital printing. Tawaran tersebut muncul ketika pelaku usaha membutuhkan model bisnis yang tidak hanya bergantung pada pesanan spanduk dan banner. Dengan demikian, perubahan pola promosi menjadi latar penting bagi pembahasan mengenai kemitraan berkelanjutan bagi pengusaha di bidang digital printing.

Fortu Digital hadir dalam Allprint Expo 2026 sebagai salah satu perusahaan teknologi visual yang memperkenalkan peluang baru bagi pelaku usaha digital printing. Pameran ini berlangsung pada 7–10 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dan menjadi ruang pertemuan bagi perusahaan, pemilik bisnis, praktisi industri, serta calon mitra yang ingin mengikuti perkembangan teknologi komunikasi visual.

Dalam kehadirannya di ajang tersebut, Fortu Digital memperkenalkan sejumlah solusi teknologi, meliputi digital signage, interactive flat panel (IFP), dan videotron. Ketiga produk ini memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi, mempromosikan produk, serta membangun pengalaman visual yang lebih menarik di berbagai lingkungan, seperti pusat perbelanjaan, perkantoran, institusi pendidikan, ruang publik, dan area komersial.

Selain menampilkan portofolio produk, Fortu Digital memanfaatkan Allprint Expo 2026 untuk mengajak pengusaha digital printing bergabung dalam skema kemitraan. Ajakan ini membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas layanan, menambah variasi solusi yang ditawarkan kepada pelanggan, dan merespons kebutuhan pasar yang terus berkembang. Bagi pengusaha digital printing, kemitraan dengan perusahaan teknologi visual dapat menjadi langkah untuk melengkapi kemampuan produksi dan mengembangkan sumber pendapatan baru.

Pameran tersebut sekaligus menjadi titik temu Fortu Digital dan calon mitra dari berbagai latar belakang usaha. Pengunjung dapat berdiskusi secara langsung mengenai produk, potensi penerapan, serta peluang kerja sama yang sesuai dengan karakter bisnis masing-masing. Interaksi tatap muka juga memberi kesempatan bagi calon mitra untuk memahami lebih jauh pendekatan Fortu Digital dalam membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan.

Selama Allprint Expo 2026 berlangsung, Fortu Digital dapat ditemui di booth B3L008, Hall B3, JIExpo Kemayoran. Kehadiran di lokasi tersebut memudahkan pengunjung untuk melihat solusi yang diperkenalkan sekaligus memperoleh informasi mengenai skema kemitraan secara langsung dari tim perusahaan.

Model kemitraan yang ditawarkan Fortu Digital memperkenalkan perubahan dari pola transaksi putus menuju layanan yang berlangsung secara berkelanjutan. Dalam pola transaksi putus, pengusaha digital printing menyelesaikan pekerjaan ketika pesanan klien telah dipenuhi. Melalui model ini, hubungan dengan klien dapat dikembangkan menjadi kerja sama layanan yang terus berjalan, dengan dukungan layar digital sebagai bagian dari penawaran kepada pelanggan.

Pengusaha digital printing dapat memanfaatkan relasi dan kepercayaan yang telah dibangun selama menangani kebutuhan klien. Hubungan tersebut menjadi dasar untuk menawarkan layar digital yang kontennya diperbarui secara berkala. Dengan demikian, interaksi dengan klien tidak berhenti setelah satu pesanan selesai, melainkan berlanjut melalui layanan pengelolaan dan pembaruan konten sesuai kebutuhan kerja sama yang disepakati.

CEO Fortu Digital, Jovian Alvin, menekankan pentingnya hubungan tersebut bagi pengusaha digital printing. “Aset paling berharga pengusaha digital printing adalah kepercayaan klien,” ujar Jovian Alvin. Pernyataan ini menempatkan kepercayaan sebagai dasar utama dalam mengembangkan model kemitraan, karena pengusaha telah memiliki hubungan yang terbentuk melalui pengalaman bekerja bersama klien.

Fortu Digital menawarkan cara untuk mengubah hubungan tersebut dari pesanan satu kali menjadi layanan berkelanjutan. Artinya, pengusaha digital printing tidak hanya berperan sebagai penyedia produk atau jasa untuk kebutuhan tertentu, tetapi juga dapat menghadirkan penawaran layar digital dengan pembaruan konten secara berkala. Model ini berfokus pada keberlanjutan hubungan pengusaha dan klien, tanpa mengubah nilai utama yang telah terbentuk, yaitu kepercayaan dalam kerja sama.

Memasuki bisnis layar digital tidak selalu mudah bagi pengusaha percetakan yang sebelumnya berfokus pada produksi cetak konvensional. Tantangan pertama berkaitan dengan pemilihan perangkat, karena setiap proyek memiliki kebutuhan berbeda dalam hal ukuran layar, tingkat kecerahan, resolusi, sistem pengendalian, serta ketahanan untuk penggunaan dalam dan luar ruangan. Kesalahan menentukan spesifikasi dapat meningkatkan biaya investasi dan memengaruhi kualitas layanan kepada klien. Selain itu, proses instalasi membutuhkan pemahaman teknis mengenai struktur pemasangan, kelistrikan, konfigurasi perangkat lunak, dan integrasi dengan sumber konten. Layanan purnajual juga menjadi pertimbangan penting, terutama ketika pelanggan memerlukan pemeliharaan, perbaikan, atau respons cepat terhadap gangguan operasional.

Skema kemitraan yang ditawarkan Fortu Digital dirancang untuk menutup kebutuhan tersebut melalui pembagian peran yang jelas. Mitra dapat berfokus pada penjualan, pengembangan jaringan, serta pemeliharaan relasi dengan klien di wilayah masing-masing. Sementara itu, Fortu Digital menyediakan pilihan produk, konsultasi solusi, dukungan instalasi, dan pendampingan teknis sesuai kebutuhan proyek. Pola ini memungkinkan pengusaha percetakan memperluas layanan tanpa harus membangun seluruh kompetensi teknis dan rantai pasok secara mandiri sejak awal. Mitra tetap memiliki ruang untuk memahami karakter pelanggan lokal, sedangkan pekerjaan teknis didukung oleh tim yang memiliki pengalaman di bidang layar digital.

Pengalaman Fortu Digital tercermin melalui portofolio proyek di berbagai sektor, termasuk perhotelan, kesehatan, dan korporasi. Produk serta layanan perusahaan telah digunakan oleh The Westin, Hotel Tentrem, Grand Mercure, RS Mitra Keluarga, PT PLN, Honda Motors, dan PT Denso Indonesia. Untuk memperkuat jangkauan layanan, Fortu Digital memiliki kantor di Jakarta, Medan, dan Bali. Jovian menyampaikan bahwa perusahaan ingin tumbuh bersama mitra di banyak kota, sebab mitra memahami pasar lokal dan kebutuhan pelanggan setempat, sementara Fortu Digital mendukung dari sisi produk serta teknis. Kolaborasi tersebut diharapkan membentuk hubungan usaha berkelanjutan dan membuka peluang pertumbuhan yang lebih merata.