Polisi Dalami Dugaan Pelecehan terhadap Influencer Sashfir di Toilet Restoran Senopati

oleh -128 Dilihat
oleh
Polisi Dalami Dugaan Pelecehan terhadap Influencer Sashfir di Toilet Restoran Senopati

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Polisi mendalami dugaan pelecehan yang disebut dialami influencer Sashfir, atau Fira Assegaf, di toilet sebuah restoran steik di kawasan Senopati, Jakarta Selatan. Peristiwa tersebut kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan dan telah memasuki tahap penyidikan.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi menyampaikan informasi mengenai penanganan perkara itu pada Jumat, 9 Oktober 2026. Menurut keterangan kepolisian, proses penyidikan dilakukan untuk mengungkap rangkaian kejadian, memeriksa pihak-pihak yang berkaitan, serta mengumpulkan bukti yang diperlukan.

Dalam tahap ini, penyidik dapat meminta keterangan dari pelapor, saksi, dan pihak lain yang dianggap mengetahui peristiwa tersebut. Pemeriksaan juga menjadi bagian dari upaya polisi untuk memastikan fakta berdasarkan keterangan dan bukti yang tersedia. Penanganan melalui Unit PPA dilakukan karena perkara tersebut berkaitan dengan dugaan kekerasan atau pelecehan seksual.

Sashfir dikenal sebagai influencer dan Fira Assegaf merupakan nama yang disebut dalam laporan terkait perkara ini. Dugaan kejadian disebut berlangsung di area toilet restoran steik di Senopati, meskipun rincian lengkap mengenai waktu dan kronologi masih didalami oleh penyidik.

Hingga informasi tersebut disampaikan, polisi belum menyatakan bahwa seseorang telah ditetapkan sebagai tersangka. Status perkara juga tidak dapat dipahami sebagai bukti bahwa dugaan pelecehan telah terbukti. Penyidik masih menjalankan tahapan hukum untuk menilai keterangan, mencocokkan informasi, dan menentukan langkah selanjutnya sesuai hasil pemeriksaan. Masyarakat diimbau menghormati proses penyidikan serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, termasuk identitas atau tuduhan terhadap pihak tertentu.

Kronologi dugaan pelecehan terhadap influencer Sashfir bermula pada April 2026, ketika ia sedang menggunakan toilet di sebuah restoran di kawasan Senopati. Berdasarkan keterangan yang tersedia, pada saat itu Sashfir melihat sebuah benda berbentuk kotak disodorkan dari bagian atas. Benda tersebut kemudian disebut sebagai ponsel. Informasi yang disampaikan belum memuat rincian lebih lanjut mengenai siapa yang memegang benda itu atau bagaimana benda tersebut dapat berada di posisi tersebut.

Peristiwa itu diketahui Sashfir ketika ia menyadari adanya benda yang diarahkan dari atas. Setelah menyadari hal tersebut, ia segera keluar dari toilet. Langkah itu dilakukan untuk mencari orang yang diduga melakukan perbuatan tersebut. Urutan ini menunjukkan bahwa Sashfir terlebih dahulu melihat benda berbentuk kotak, kemudian menyadari bahwa benda itu disebut sebagai ponsel, sebelum akhirnya keluar untuk mencari pihak yang dicurigai.

Hingga informasi yang tersedia, kronologi yang dapat diuraikan terbatas pada rangkaian kejadian tersebut. Sashfir sedang menggunakan toilet, melihat benda berbentuk kotak disodorkan dari bagian atas, menyadarinya sebagai ponsel, lalu segera keluar untuk mencari orang yang diduga terkait. Keterangan itu menjadi bagian dari informasi yang sedang didalami oleh polisi. Tidak terdapat informasi tambahan dalam sumber mengenai kondisi toilet, waktu yang lebih spesifik, maupun bentuk tindakan lain di luar benda yang disodorkan dari atas.

Setelah kejadian yang diduga sebagai pelecehan itu berlangsung di toilet sebuah restoran di kawasan Senopati, orang yang diduga sebagai pelaku disebut langsung berlari menuju lantai bawah. Dari area tersebut, pria itu kemudian bergerak ke bagian dapur restoran. Pergerakan tersebut membuat Sashfir berupaya mencarinya dengan menyusuri sejumlah bagian di dalam restoran, termasuk area yang berada di sekitar lantai bawah dan dapur.

Dalam proses pencarian, Sashfir meminta agar akses gedung diblokir. Permintaan itu disampaikan agar pria yang dicurigai tidak segera meninggalkan lokasi sebelum keberadaannya dapat dipastikan. Sashfir juga berkeliling di area restoran untuk menemukan orang yang menurut keterangannya berkaitan dengan peristiwa tersebut. Upaya pencarian dilakukan berdasarkan ciri-ciri yang masih diingatnya setelah kejadian di toilet.

Sashfir mengingat pria tersebut sebagai seseorang yang bertubuh tinggi dan memiliki kulit kecokelatan. Pria itu juga disebut membawa iPhone berwarna hitam. Ciri-ciri tersebut kemudian menjadi petunjuk ketika Sashfir mencari orang yang diduga terlibat di pengunjung maupun pekerja restoran. Setelah pria yang sesuai dengan ciri tersebut ditemukan, Sashfir menyatakan bahwa orang itu tidak mengakui perbuatannya. Penolakan tersebut menjadi bagian dari keterangan yang perlu didalami lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Polisi masih perlu memeriksa rangkaian kejadian, keterangan Sashfir, serta informasi dari pihak-pihak lain yang berada di lokasi. Pencarian di area restoran dan penemuan pria tersebut belum dengan sendirinya menetapkan kesalahan seseorang, sehingga status serta dugaan peran masing-masing pihak tetap harus mengacu pada hasil penyelidikan dan bukti yang diperoleh. Identitas pria yang dimaksud tidak disebutkan dalam sumber keterangan terkait peristiwa ini.

Perkembangan perkara dugaan pelecehan yang dilaporkan influencer Sashfir masih berada pada tahap penyelidikan. Kepolisian telah meminta keterangan dari Sashfir untuk menggali kronologi kejadian yang disebut berlangsung di toilet sebuah restoran di kawasan Senopati. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya penyidik mengumpulkan informasi awal, termasuk mengenai waktu, tempat, serta situasi yang dialami pelapor.

Selain Sashfir, pihak yang dilaporkan juga telah menjalani pemeriksaan. Namun, pemeriksaan itu dilakukan dalam kapasitas sebagai saksi, bukan sebagai tersangka. Keterangan dari terlapor akan dicocokkan dengan informasi yang disampaikan pelapor dan keterangan lain yang diperoleh selama proses penyelidikan berlangsung.

Kepolisian masih meminta keterangan dari beberapa pihak yang dinilai mengetahui atau memiliki informasi terkait peristiwa tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai dugaan kejadian, sekaligus memastikan setiap informasi diperiksa berdasarkan prosedur hukum yang berlaku. Polisi juga belum menetapkan status hukum lebih lanjut terhadap pihak mana pun dalam perkara ini.

AKP Joko Adi menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa proses penanganan perkara masih berfokus pada pengumpulan keterangan dan pendalaman informasi. Penetapan tersangka, apabila diperlukan, akan bergantung pada hasil penyelidikan serta bukti yang berhasil dikumpulkan oleh kepolisian.

Sashfir sebelumnya mengaku mengalami trauma setelah kejadian yang dilaporkannya. Ia kemudian memilih membawa persoalan tersebut ke kepolisian agar dapat ditangani melalui jalur hukum. Laporan dan pemeriksaan yang telah dilakukan menjadi bagian dari proses yang masih berjalan, sementara penyidik melanjutkan permintaan keterangan kepada pihak-pihak terkait.