Demian Aditya dan Sara Wijayanto Tegaskan Perceraian Tanpa KDRT maupun Orang Ketiga

oleh -133 Dilihat
oleh
Demian Aditya dan Sara Wijayanto Tegaskan Perceraian Tanpa KDRT maupun Orang Ketiga

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Demian Aditya dan Sara Wijayanto akhirnya buka suara setelah adanya putusan cerai yang mengakhiri perjalanan rumah tangga mereka. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun Instagram masing-masing. Keduanya memilih menyampaikan kabar mengenai perpisahan itu secara langsung kepada publik, sehingga informasi yang beredar tidak hanya berasal dari berbagai pemberitaan atau tanggapan pihak lain.

Melalui unggahan di media sosial, Demian dan Sara sama-sama membagikan sikap mereka mengenai kondisi yang sedang dihadapi. Pernyataan dari kedua pihak memperlihatkan bahwa mereka berupaya menjelaskan perpisahan tersebut secara terbuka, dengan bahasa masing-masing dan melalui ruang komunikasi yang mereka miliki. Sikap ini juga menjadi cara bagi keduanya untuk menyampaikan informasi kepada orang-orang yang selama ini mengikuti perjalanan mereka.

Keterbukaan Demian dan Sara menjadi perhatian karena perceraian tersebut disampaikan setelah adanya putusan. Alih-alih membiarkan publik menebak-nebak keadaan mereka, keduanya memberikan penjelasan melalui akun Instagram pribadi. Dengan demikian, publik dapat mengetahui bahwa Demian dan Sara telah menyampaikan sikap masing-masing terkait perpisahan yang terjadi.

Penyampaian pernyataan secara terpisah menunjukkan bahwa keduanya mengambil peran dalam menjelaskan situasi tersebut. Unggahan di akun masing-masing menjadi ruang bagi Demian maupun Sara untuk berbicara kepada publik tanpa harus diwakili oleh pihak lain. Mereka mengungkapkan kondisi perpisahan itu secara terbuka, sekaligus memperlihatkan bahwa kabar mengenai berakhirnya rumah tangga mereka telah disampaikan oleh kedua orang yang bersangkutan.

Demian Aditya dan Sara Wijayanto menegaskan bahwa keputusan mereka untuk berpisah tidak berkaitan dengan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Keduanya juga menyampaikan bahwa tidak ada orang ketiga yang menjadi penyebab berakhirnya kehidupan rumah tangga mereka. Penegasan tersebut disampaikan agar publik tidak menarik kesimpulan berdasarkan dugaan atau informasi yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Menurut pernyataan yang disampaikan, keputusan untuk menjalani kehidupan masing-masing merupakan hasil dari perjalanan panjang yang telah mereka lalui bersama. Selama menjalani rumah tangga, Demian dan Sara telah berusaha melewati berbagai hal sebagai pasangan. Proses tersebut menjadi bagian dari perjalanan mereka, termasuk ketika keduanya harus menghadapi perubahan dan mempertimbangkan arah kehidupan yang akan dijalani.

Pada akhirnya, keduanya menyadari bahwa melanjutkan kehidupan masing-masing mungkin menjadi jalan yang paling baik. Pilihan tersebut tidak dijelaskan sebagai akibat dari satu peristiwa tertentu, melainkan sebagai keputusan yang diambil setelah melalui pertimbangan panjang. Dengan demikian, perpisahan mereka tidak semestinya dikaitkan dengan tuduhan mengenai kekerasan ataupun kehadiran pihak lain dalam hubungan tersebut.

Pernyataan Demian dan Sara sekaligus menunjukkan bahwa keputusan ini diambil dengan kesadaran dari kedua belah pihak. Mereka meminta agar persoalan tersebut dipahami berdasarkan penjelasan yang telah diberikan, tanpa menambahkan dugaan mengenai penyebab lain. Penegasan mengenai tidak adanya KDRT dan orang ketiga menjadi bagian penting dari klarifikasi mereka terkait berakhirnya rumah tangga yang selama ini dijalani bersama.

Sara Wijayanto menyampaikan pesan khusus kepada para pengikutnya yang selama ini ia sapa dengan sebutan Saraddicts. Melalui pesannya, Sara mengakui bahwa menyampaikan kabar mengenai perubahan dalam hubungan mereka bukanlah hal yang mudah. Ia memahami bahwa kabar tersebut juga mungkin mengejutkan dan menimbulkan berbagai pertanyaan bagi orang-orang yang telah mengikuti perjalanan mereka selama bertahun-tahun.

Meski demikian, Sara menegaskan bahwa perpisahan tidak selalu harus berakhir dengan kebencian. Menurutnya, hubungan yang pernah dijalani bersama memiliki nilai dan makna yang jauh lebih besar daripada sekadar status pada saat ini. Ia dan Demian Aditya telah melewati banyak tahun, membangun cerita, berbagi tawa, menghadapi air mata, serta mendapatkan berbagai pelajaran dari kehidupan yang mereka jalani bersama.

Sara memandang seluruh pengalaman tersebut sebagai bagian penting dari perjalanan hidup yang tidak dapat dihapus begitu saja. Perubahan bentuk hubungan tidak lantas membuat kenangan, perjuangan, dan hal-hal baik yang pernah mereka lalui menjadi tidak berarti. Apa yang telah dibangun bersama tetap menjadi bagian dari kisah hidup mereka, meskipun ke depannya mereka tidak lagi menjalani hubungan dalam bentuk yang sama.

Pesan itu juga menunjukkan keinginan Sara agar kabar perpisahan dapat dipahami dengan tenang dan tanpa prasangka berlebihan. Ia seolah mengajak Saraddicts untuk melihat keputusan tersebut secara dewasa, dengan tetap menghargai perjalanan panjang yang telah mereka lewati. Bagi Sara, mengakhiri sebuah hubungan tidak harus berarti meniadakan rasa hormat atau mengubah semua kenangan menjadi sesuatu yang buruk.

Dengan sikap tersebut, Sara menekankan bahwa perpisahan dapat berlangsung secara baik-baik ketika kedua pihak tetap menghargai cerita yang pernah dimiliki. Tawa, air mata, pelajaran, dan kehidupan yang dibangun bersama tetap memiliki tempat tersendiri dalam ingatan. Semua pengalaman itu tidak hilang hanya karena hubungan mereka kini mengalami perubahan.

Hubungan Demian Aditya dan Sara Wijayanto dibangun melalui perjalanan pernikahan yang berlangsung selama bertahun-tahun. Keduanya memilih untuk menyampaikan bahwa keputusan mengenai perceraian tidak menghapus rasa sayang dan penghormatan yang masih mereka miliki satu sama lain. Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa hubungan yang pernah dijalani bersama tetap dipandang dengan penghargaan, meskipun status pernikahan mereka berakhir.

Sara dan Demian juga tetap saling mendoakan. Sikap itu menunjukkan adanya penghormatan terhadap perjalanan yang telah mereka lalui bersama, tanpa perlu disertai keterangan tambahan mengenai kehidupan masing-masing. Dalam penyampaian informasi mengenai perceraian tersebut, keduanya menegaskan bahwa tidak terdapat KDRT maupun orang ketiga. Keterangan itu disampaikan sebagai klarifikasi agar informasi mengenai hubungan mereka dipahami berdasarkan fakta yang telah dinyatakan.

Pernikahan Sara Wijayanto dan Demian Aditya berlangsung pada 22 Mei 2014. Prosesi tersebut digelar di Hotel Grand Mahakam, Jakarta Selatan. Tanggal dan lokasi itu menjadi bagian penting dari catatan perjalanan rumah tangga keduanya, yang kemudian berakhir pada keputusan untuk bercerai. Meski demikian, Sara dan Demian tetap menyampaikan rasa sayang, saling menghormati, serta doa baik untuk satu sama lain.

Dengan demikian, pemberitaan mengenai hubungan mereka perlu merujuk pada keterangan yang telah disampaikan oleh keduanya. Fakta pernikahan pada 22 Mei 2014 di Hotel Grand Mahakam, Jakarta Selatan, serta penegasan mengenai tetap adanya rasa sayang, penghormatan, dan doa menjadi informasi yang dapat disampaikan terkait perjalanan mereka.