Buaya Muara Kembali Terjerat di Cimandiri, Warga Diminta Waspada

oleh -137 Dilihat
oleh
Buaya Muara Kembali Terjerat di Cimandiri, Warga Diminta Waspada

SUKABUMI, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Seekor buaya muara kembali muncul di sekitar Sungai Cimandiri, Kabupaten Sukabumi. Reptil berukuran sekitar 3 meter dengan berat kurang lebih 70 kilogram itu tidak sengaja terperangkap dalam jaring ikan milik warga. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu malam, 7 Oktober 2026, di muara Sungai Cimandiri, Kampung Cibubuway, Desa Cibuntu.

Buaya itu diduga masuk ke area perairan yang biasa dimanfaatkan warga untuk mencari ikan. Saat memeriksa jaring, warga mendapati adanya hewan berukuran besar yang bergerak dan berusaha melepaskan diri. Temuan tersebut segera menimbulkan kepanikan, mengingat ukuran buaya cukup besar dan lokasinya berada dekat dengan aktivitas masyarakat.

Warga kemudian berupaya menjaga jarak sambil memastikan tidak ada orang yang mendekati hewan tersebut. Situasi di sekitar muara menjadi perhatian karena buaya dapat bergerak agresif ketika merasa terancam, terlebih saat tubuhnya terjerat jaring. Masyarakat juga diminta tidak melakukan penanganan secara mandiri untuk menghindari risiko cedera.

Laporan mengenai kejadian itu selanjutnya disampaikan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi. Petugas diharapkan segera melakukan evakuasi dengan prosedur yang aman, baik bagi warga maupun satwa. Kemunculan buaya muara di kawasan tersebut menjadi pengingat agar masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari dan ketika memeriksa jaring ikan.

Setelah menerima laporan dari warga mengenai buaya muara yang terjerat di sekitar aliran Sungai Cimandiri, tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi segera bergerak menuju lokasi. Laporan tersebut menjadi dasar bagi petugas untuk menyiapkan penanganan yang sesuai, mengingat kondisi reptil dan lingkungan sekitar membutuhkan kehati-hatian. Tim membawa perlengkapan evakuasi serta mengatur langkah pengamanan agar proses pelepasan buaya dari jaring dapat dilakukan tanpa membahayakan petugas, warga, maupun hewan tersebut.

Sesampainya di lokasi, petugas berkoordinasi dengan masyarakat yang sebelumnya menemukan dan mengamankan area sekitar jaring. Buaya ditangani secara bertahap untuk mengurangi risiko perlawanan atau cedera selama proses penyelamatan. Warga diminta menjaga jarak dan tidak melakukan tindakan sendiri, karena upaya melepaskan satwa berukuran besar memerlukan pengalaman, peralatan, serta prosedur keselamatan. Kehadiran tim DPKP juga memastikan kondisi sekitar tetap terkendali selama operasi berlangsung.

Kasi Pengendalian Operasi dan Komunikasi Penyelamatan DPKP Kabupaten Sukabumi, Tatang Sutarman, mengonfirmasi pada Jumat, 9 Oktober 2026, bahwa petugas langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga. Ia menyampaikan bahwa proses evakuasi berlangsung aman dan berjalan lancar hingga buaya berhasil diselamatkan oleh tim. Penanganan tersebut menunjukkan pentingnya pelaporan cepat apabila warga menemukan satwa liar dalam kondisi terjebak atau berada di area yang berpotensi membahayakan. Masyarakat di sekitar Cimandiri tetap diminta waspada, tidak mendekati buaya, serta segera menghubungi pihak berwenang jika kembali menemukan reptil tersebut atau melihat tanda keberadaannya di sekitar sungai.

Evakuasi terhadap satu ekor buaya yang terjerat jaring di kawasan muara Cimandiri belum sepenuhnya mengakhiri kekhawatiran warga. Berdasarkan informasi dan kesaksian masyarakat yang diterima DPKP, buaya yang sempat muncul di lokasi tersebut diduga berjumlah dua ekor. Informasi itu menjadi perhatian karena proses penanganan yang telah dilakukan baru berhasil mengamankan satu ekor buaya.

Satu buaya berhasil ditangkap setelah terjerat jaring, kemudian dievakuasi oleh petugas. Namun, belum ada penanganan terhadap buaya lainnya yang disebut dalam laporan warga. Dengan demikian, satu ekor buaya lain diperkirakan masih bebas di sekitar kawasan muara Cimandiri. Kondisi tersebut membuat potensi kemunculan buaya tetap perlu diwaspadai oleh masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.

DPKP mengingatkan warga agar tidak menurunkan kewaspadaan meskipun satu buaya telah berhasil dievakuasi. Masyarakat diminta memperhatikan keselamatan ketika berada di sekitar muara dan tidak menganggap kawasan tersebut sudah sepenuhnya aman. Peringatan ini disampaikan karena berdasarkan informasi yang diterima, masih terdapat dugaan keberadaan satu ekor buaya lainnya. Warga diharapkan segera menyampaikan informasi kepada petugas apabila melihat kemunculan buaya di sekitar kawasan, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan. Selama situasi belum sepenuhnya teratasi, kehati-hatian tetap diperlukan, terutama bagi warga yang tinggal atau melakukan kegiatan di sekitar muara Cimandiri.

DPKP Kabupaten Sukabumi mengimbau warga dan pendatang untuk meningkatkan kewaspadaan setelah buaya muara kembali terjerat di kawasan muara Sungai Cimandiri. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada para pemancing dan warga yang biasa beraktivitas di tepian sungai, termasuk mereka yang datang untuk mencari ikan, beristirahat, atau melakukan kegiatan lain di sekitar aliran air. Masyarakat diminta tidak mengabaikan keberadaan satwa liar yang dapat muncul secara tiba-tiba di area tersebut.

Untuk sementara, warga dianjurkan mengurangi kegiatan di sekitar muara, khususnya pada jam-jam yang dianggap rawan. Pemancing juga diminta memilih lokasi yang lebih aman dan tidak mendekati tepian sungai tanpa kebutuhan mendesak. Apabila melihat kemunculan buaya atau menemukan tanda-tanda keberadaannya, masyarakat diharapkan segera menjauh, tidak mencoba menangkap atau mengusir satwa tersebut secara mandiri, serta melaporkan informasi kepada petugas terkait. Langkah itu diperlukan agar penanganan dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan warga dan petugas.

Peristiwa terbaru ini menjadi catatan tambahan bagi kawasan aliran Sungai Cimandiri. Dalam sepekan terakhir, tepatnya pada Rabu, 30 September 2026, seekor buaya juga dilaporkan terjerat jala milik warga yang sedang mencari ikan di Kampung Tegallega, Desa Citarik. Lokasi tersebut masih berada di kawasan aliran Sungai Cimandiri. Rangkaian kejadian itu menjadi dasar bagi DPKP Kabupaten Sukabumi untuk kembali mengingatkan warga, pendatang, dan para pemancing agar membatasi aktivitas di sekitar muara sampai situasi dinilai lebih aman oleh pihak berwenang.