Pertamina Perkuat Homestay Desa Kuta Menjelang MotoGP Mandalika 2026

oleh -114 Dilihat
oleh
Pertamina Perkuat Homestay Desa Kuta Menjelang MotoGP Mandalika 2026

MATARAM, NUSA TENGGARA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit tidak hanya menjadi agenda olahraga berkelas internasional. Penyelenggaraan balapan tersebut turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan Mandalika, khususnya ketika arus wisatawan meningkat menjelang puncak lomba pada 9–11 Oktober 2026.

Dampak langsung mulai dirasakan oleh pelaku usaha homestay di Desa Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Kehadiran penonton, wisatawan, kru tim, serta berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan balap mendorong kebutuhan terhadap akomodasi lokal. Kondisi ini memberikan ruang bagi warga untuk memperoleh pendapatan tambahan sekaligus memperkenalkan layanan penginapan berbasis masyarakat kepada pengunjung dari berbagai daerah dan negara.

Homestay menjadi bagian penting dalam ekosistem pariwisata di sekitar sirkuit. Selain menyediakan tempat menginap, usaha tersebut mempertemukan wisatawan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Pengunjung dapat merasakan suasana desa, menikmati kuliner lokal, serta mengakses destinasi wisata di Lombok Tengah dengan dukungan pelaku usaha di tingkat komunitas. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari ajang sport tourism tidak berhenti pada kawasan sirkuit, tetapi menyebar ke sektor-sektor pendukung di sekitarnya.

Penguatan homestay menjelang MotoGP Mandalika 2026 menjadi langkah strategis untuk memastikan peluang tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Peningkatan kesiapan pengelola, kualitas pelayanan, kebersihan, dan kenyamanan akomodasi akan membantu memenuhi kebutuhan tamu selama periode balapan. Pada saat yang sama, aktivitas ini memperkuat peran warga Desa Kuta sebagai pelaku utama pariwisata lokal. Pertamina Grand Prix of Indonesia menunjukkan bahwa ajang olahraga dapat berfungsi sebagai penggerak ekonomi, dengan menghubungkan daya tarik sirkuit internasional dan potensi usaha masyarakat di sekitarnya.

Menjelang berlangsungnya MotoGP Mandalika 2026, para pengelola homestay di Desa Kuta menghadapi peningkatan perhatian dan permintaan dari wisatawan yang berencana datang ke kawasan tersebut. Kehadiran ajang balap internasional mendorong meningkatnya minat terhadap akomodasi di sekitar Mandalika, termasuk tempat menginap yang dikelola langsung oleh masyarakat. Kondisi ini menempatkan homestay sebagai bagian penting dari ekosistem pariwisata lokal yang ikut merasakan dampak positif dari mobilitas pengunjung.

Homestay tidak hanya berfungsi sebagai tempat bermalam, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk mengenal kehidupan, lingkungan, dan keramahan masyarakat Desa Kuta. Ketika kunjungan ke Mandalika meningkat, keberadaan akomodasi berbasis masyarakat membantu memperluas manfaat pariwisata agar tidak terpusat pada fasilitas berskala besar. Para pengelola pun perlu memastikan kesiapan layanan, kenyamanan, serta kualitas pengalaman yang diberikan kepada tamu, terutama pada periode ketika perhatian publik tertuju pada kawasan tersebut.

Dalam konteks itu, dukungan terhadap penguatan homestay memiliki arti strategis bagi keberlanjutan pariwisata Desa Kuta. Upaya memperkuat akomodasi milik masyarakat menunjukkan bahwa manfaat penyelenggaraan MotoGP tidak berhenti pada lintasan dan rangkaian kegiatan balap. Dampaknya juga dapat dirasakan oleh sektor-sektor lokal yang mendukung kebutuhan wisatawan, termasuk penginapan, kuliner, transportasi, dan layanan masyarakat lainnya.

Penguatan homestay oleh Pertamina menjadi bagian dari perhatian terhadap kesiapan destinasi dan kapasitas masyarakat dalam menyambut kedatangan wisatawan. Dukungan semacam ini membantu menciptakan fondasi yang lebih baik bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang secara berkelanjutan. Dengan akomodasi yang semakin siap, Desa Kuta memiliki peluang untuk mempertahankan manfaat kunjungan wisatawan setelah ajang balap berakhir, sekaligus memperkuat posisinya sebagai bagian dari kawasan pariwisata Mandalika.

Pertamina bersama Universitas Mataram memberikan dukungan kepada pengelola dan pekerja homestay di Desa Kuta sebagai bagian dari persiapan menghadapi meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan Mandalika menjelang MotoGP Mandalika 2026. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pelatihan yang diarahkan untuk memperkuat pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan sumber daya manusia dalam mengelola akomodasi berbasis masyarakat.

Materi pelatihan mencakup hospitality atau keramahtamahan, manajemen homestay, serta kemampuan berbahasa Inggris. Pemahaman mengenai hospitality membantu pengelola dan pekerja memberikan sambutan, pendampingan, dan layanan yang sesuai kepada tamu. Aspek ini penting karena pengalaman wisatawan tidak hanya ditentukan oleh kondisi kamar, tetapi juga oleh kualitas interaksi selama mereka tinggal di homestay.

Pelatihan manajemen homestay memberikan perhatian pada pengelolaan akomodasi secara lebih tertata. Pengelola dibekali pemahaman yang berkaitan dengan pelayanan, kebersihan, kenyamanan, dan pengaturan operasional homestay. Penguatan pada aspek tersebut diharapkan mendukung terciptanya layanan yang lebih konsisten bagi wisatawan yang menginap di Desa Kuta.

Kemampuan berbahasa Inggris juga menjadi bagian penting dalam materi pelatihan. Keterampilan tersebut dapat membantu pekerja dan pengelola berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara, khususnya ketika menyampaikan informasi mengenai fasilitas, aturan homestay, lingkungan sekitar, maupun kawasan Mandalika. Komunikasi yang lebih baik dapat memudahkan wisatawan memperoleh informasi dan meningkatkan kenyamanan selama berada di destinasi.

Kolaborasi Pertamina dan Universitas Mataram ini menempatkan peningkatan kapasitas pelaku homestay sebagai salah satu unsur pendukung pengembangan pariwisata di Desa Kuta. Dengan pengetahuan hospitality, manajemen akomodasi, dan bahasa Inggris yang lebih memadai, pengelola serta pekerja diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih siap dan profesional kepada wisatawan yang datang ke Mandalika, termasuk pengunjung selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.

Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita menyampaikan bahwa penguatan homestay dan peningkatan kapasitas masyarakat dilakukan untuk memastikan warga setempat memiliki kesiapan dalam menyambut penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026. Upaya tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan kualitas layanan akomodasi, tetapi juga pada kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi ekonomi yang muncul seiring meningkatnya aktivitas pariwisata dan kunjungan wisatawan.

Menurut Arya, langkah ini merupakan bagian dari upaya Pertamina agar keberadaan event sport tourism di Mandalika dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga sekitar. Penyelenggaraan ajang internasional tersebut diharapkan tidak berhenti pada dampak promosi destinasi, tetapi turut membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat dan memperoleh manfaat ekonomi dari berbagai kegiatan pendukung yang tumbuh di sekitar kawasan sirkuit.

Desa Kuta menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena lokasinya paling dekat dengan Pertamina Mandalika International Circuit. Posisi tersebut menempatkan masyarakat ring 1 sebagai bagian penting dalam mendukung keberlangsungan event. Dengan penguatan kapasitas, warga diharapkan mampu mengambil peran secara lebih optimal melalui penyediaan homestay, layanan bagi pengunjung, serta aktivitas pendukung lainnya yang sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan acara.

Arya menegaskan bahwa perhatian kepada masyarakat ring 1 merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara lebih langsung oleh lingkungan sekitar. Dukungan terhadap kapasitas warga Desa Kuta diarahkan agar pelaksanaan MotoGP Mandalika dapat berjalan berkelanjutan, sekaligus memberi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi dari penyelenggaraannya.