Surabaya | Persebaya Surabaya meraih kemenangan tipis 1-0 atas Isenmulang FC pada pekan keempat Super League 2026-2027. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Jumat malam, 9 Oktober 2026. Hasil ini mengamankan tiga poin penting bagi Bajul Ijo, meski penampilan tim belum sepenuhnya maksimal sepanjang pertandingan.
Persebaya harus bekerja keras untuk membongkar pertahanan Isenmulang FC yang tampil disiplin dan menutup ruang di area pertahanan. Setelah bermain tanpa gol pada babak pertama, tim tamu akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-67 melalui pemain Persebaya. Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam laga yang berjalan ketat hingga peluit akhir berbunyi.
Kemenangan ini sekaligus memperbaiki posisi Persebaya di klasemen sementara. Bajul Ijo naik ke peringkat keempat dengan koleksi delapan poin dari empat pertandingan. Tambahan angka tersebut menjadi modal penting bagi tim untuk menjaga persaingan di papan atas Super League musim 2026-2027.
Di sisi lain, Isenmulang FC belum mampu mengakhiri tren negatifnya. Kekalahan di kandang sendiri membuat klub tersebut tetap berada di dasar klasemen dengan koleksi minus dua poin. Tim tuan rumah sebenarnya berupaya memberikan perlawanan setelah tertinggal, tetapi sejumlah serangan belum menghasilkan peluang yang benar-benar membahayakan gawang Persebaya.
Pelatih Persebaya, Tavares, menyoroti banyaknya peluang yang terbuang dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, tim seharusnya dapat mencetak lebih dari satu gol apabila mampu menyelesaikan peluang dengan lebih tenang dan efektif. Catatan itu menjadi pekerjaan rumah bagi Persebaya, terutama karena persaingan musim ini menuntut konsistensi sekaligus ketajaman di lini depan.
Persebaya mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Isenmulang FC dalam pertandingan yang ditentukan oleh satu gol pada menit ke-67. Gol tersebut menjadi pembeda hingga laga berakhir dan memastikan Persebaya membawa pulang hasil penting. Meski selisih skor sangat kecil, kemenangan ini tetap memiliki arti besar karena memberikan tambahan kepercayaan diri bagi tim setelah mampu mempertahankan keunggulan sampai akhir pertandingan.
Jalannya laga menunjukkan bahwa Persebaya memiliki sejumlah peluang untuk mencetak gol. Namun, kesempatan-kesempatan tersebut belum dapat dikonversi menjadi gol tambahan. Situasi itu membuat pertandingan tetap terbuka dan menjaga Isenmulang FC berada dalam jarak yang memungkinkan untuk mengejar ketertinggalan. Pada akhirnya, hanya gol yang tercipta pada menit ke-67 yang mampu memisahkan kedua tim dalam papan skor.
Skor 1-0 memang menggambarkan kemenangan dengan margin sempit, tetapi belum sepenuhnya mencerminkan banyaknya peluang yang diperoleh Persebaya sepanjang pertandingan. Tim tersebut seharusnya memiliki kesempatan untuk memperlebar keunggulan apabila penyelesaian akhir berjalan lebih efektif. Hal inilah yang menjadi sorotan karena dominasi peluang tidak berbanding lurus dengan jumlah gol yang dihasilkan.
Pelatih Persebaya, Tavares, menyoroti banyaknya peluang yang terbuang setelah pertandingan. Catatan tersebut menjadi bahan evaluasi, terutama agar peluang serupa dapat dimanfaatkan dengan lebih baik pada laga berikutnya. Walaupun demikian, kemampuan Persebaya menjaga keunggulan tetap patut diapresiasi. Gol tunggal pada menit ke-67 sudah cukup untuk mengantarkan kemenangan, sekaligus menegaskan pentingnya efektivitas dan konsistensi hingga peluit akhir.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui belum sepenuhnya puas meski timnya berhasil mengamankan kemenangan tipis atas Isenmulang FC. Hasil tersebut memang menjadi modal penting, tetapi Tavares menilai penampilan anak asuhnya masih dapat ditingkatkan, terutama dalam hal penyelesaian akhir. Menurutnya, Persebaya memiliki cukup banyak peluang emas untuk mencetak gol tambahan.
Tavares menyebut timnya layak meraih kemenangan karena mampu menciptakan sejumlah kesempatan berbahaya sepanjang pertandingan. Namun, peluang-peluang itu tidak berhasil dikonversi menjadi gol. “Kami menciptakan banyak peluang dan layak menang, tetapi banyak kesempatan yang gagal menjadi gol,” ujar Tavares dalam evaluasinya setelah laga.
Ia menjelaskan, beberapa peluang Persebaya terhenti karena bola membentur pemain bertahan lawan. Pada kesempatan lain, bola justru keluar lapangan atau berhasil ditepis oleh penjaga gawang Isenmulang FC. Rangkaian kegagalan tersebut membuat keunggulan Persebaya tidak bertambah, sekaligus menunjukkan bahwa efektivitas di depan gawang masih menjadi pekerjaan rumah bagi tim.
Selain menyoroti penyelesaian peluang, Tavares juga mempertimbangkan kondisi lapangan yang tidak ideal. Angin kencang dan permukaan rumput yang tidak rata membuat arah serta pantulan bola sulit diprediksi. Situasi itu memengaruhi jalannya pertandingan dan menyulitkan pemain dalam mengontrol maupun mengarahkan bola secara akurat.
Meski demikian, Tavares menegaskan bahwa faktor lapangan bukan alasan yang hanya dialami Persebaya. Kedua tim menghadapi kondisi yang sama selama pertandingan. Karena itu, evaluasi tetap diarahkan pada kemampuan tim untuk beradaptasi dan memanfaatkan peluang. Kemenangan tersebut diterima, tetapi Persebaya dituntut lebih klinis agar dominasi dan peluang yang tercipta dapat menghasilkan keunggulan yang lebih meyakinkan pada laga berikutnya.
Pelatih Persebaya, Tavares, menilai Isenmulang FC bukan lawan yang pantas diremehkan meski belum meraih kemenangan dalam empat pekan terakhir. Menurutnya, catatan tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan kualitas permainan tim asal Kalimantan Tengah itu. Isenmulang tetap memiliki organisasi permainan yang baik, keberanian untuk menyerang, serta kemampuan memanfaatkan ruang ketika lawan kehilangan konsentrasi.
Tavares mengingatkan bahwa Isenmulang sebelumnya mampu menciptakan sejumlah peluang saat menghadapi Bhayangkara FC dan Bali United. Situasi itu menjadi bukti bahwa mereka dapat memberikan tekanan kepada tim yang memiliki kualitas lebih tinggi. Karena itu, Persebaya tidak boleh hanya berpatokan pada posisi atau hasil pertandingan terakhir. Setiap kesalahan, terutama di area pertahanan, berpotensi dimanfaatkan oleh para pemain Isenmulang.
Pada pertandingan kali ini, Isenmulang memang menghasilkan peluang lebih sedikit dibandingkan Persebaya. Namun, ancaman mereka tetap terlihat dalam beberapa momen, khususnya ketika memperoleh ruang di sisi lapangan dan memasuki area pertahanan Bajul Ijo. Tavares menilai timnya masih perlu meningkatkan konsentrasi, pengambilan keputusan, serta efektivitas dalam mengendalikan jalannya pertandingan. Banyaknya peluang yang terbuang juga menjadi catatan penting agar kemenangan tidak selalu harus ditentukan melalui margin tipis.
Persebaya kini harus segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya. Bajul Ijo dijadwalkan menjamu PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada 18 Oktober 2026. Laga kandang tersebut menjadi kesempatan penting untuk memperbaiki penampilan di hadapan pendukung sendiri sekaligus membangun momentum positif. Performa yang lebih konsisten akan dibutuhkan sebelum Persebaya menghadapi lawan-lawan dengan tingkat tantangan lebih berat pada pekan-pekan mendatang.






