Langkah Pupuk Kaltim Menekan Emisi dan Memperkuat Industri Rendah Karbon

oleh -122 Dilihat
oleh
Langkah Pupuk Kaltim Menekan Emisi dan Memperkuat Industri Rendah Karbon

Jakarta | PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menjalankan berbagai program dekarbonisasi sebagai bagian dari upaya menekan emisi sekaligus memperkuat industri rendah karbon. Strategi tersebut mencakup peningkatan efisiensi energi dalam kegiatan operasional, pemanfaatan energi terbarukan, serta pengembangan teknologi rendah karbon. Ketiga pendekatan ini menjadi landasan bagi perusahaan untuk mengurangi penggunaan energi secara tidak efisien, mendorong pemanfaatan sumber energi yang lebih bersih, dan mengembangkan proses industri yang menghasilkan emisi lebih rendah.

Langkah tersebut juga berkaitan dengan arah pencapaian target pemerintah Indonesia, khususnya nationally determined contribution (NDC) dan net zero emission (NZE) pada 2060. Melalui pelaksanaan program dekarbonisasi, Pupuk Kaltim berupaya mengambil peran dalam pengurangan emisi dari sektor industri. Upaya ini menunjukkan bahwa agenda pengendalian perubahan iklim dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan bisnis, termasuk melalui pengelolaan energi dan penerapan teknologi yang mendukung proses produksi rendah karbon. Dengan demikian, strategi perusahaan tidak hanya berfokus pada kebutuhan operasional saat ini, tetapi juga mempertimbangkan tuntutan transformasi industri dalam jangka panjang.

Dekarbonisasi memiliki alasan bisnis yang semakin kuat bagi Pupuk Kaltim. Permintaan pasar terhadap produk hijau terus meningkat, sehingga kemampuan menghasilkan produk dengan jejak emisi yang lebih rendah menjadi bagian penting dari daya saing perusahaan. Konsumen dan pasar semakin memperhatikan aspek lingkungan dalam menilai produk, sementara perusahaan perlu memastikan kegiatan usahanya tetap relevan terhadap perubahan kebutuhan tersebut. Peningkatan efisiensi energi, penggunaan energi terbarukan, dan pengembangan teknologi rendah karbon karena itu menjadi langkah strategis untuk merespons tantangan iklim sekaligus menjaga posisi Pupuk Kaltim di tengah perkembangan industri yang semakin mengarah pada standar rendah karbon.

Revamping ammonia Pabrik-2 menjadi salah satu program utama Pupuk Kaltim dalam memperkuat operational excellence sekaligus mendorong penerapan industri rendah karbon. Proyek ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi proses produksi melalui pengurangan konsumsi energi, sehingga penggunaan sumber daya menjadi lebih optimal dan jejak emisi perusahaan dapat ditekan. Selain mendukung kinerja operasional, peningkatan efisiensi tersebut juga diharapkan memperkuat posisi Pupuk Kaltim dalam menghadapi tuntutan industri yang semakin mengutamakan keberlanjutan.

Berdasarkan hasil performance test, konsumsi energi Pabrik-2 berhasil turun dari 39,28 menjadi 35,25 MMBTU per ton ammonia. Penurunan sebesar 4,03 MMBTU per ton ammonia ini menunjukkan dampak nyata dari pembaruan fasilitas dan optimalisasi teknologi yang diterapkan. Dengan konsumsi energi yang lebih rendah, proyek revamping tersebut berpotensi menurunkan emisi sekitar 110.000 ton CO2 equivalent per tahun. Capaian ini menjadi bagian penting dari upaya perusahaan mengurangi emisi tanpa mengesampingkan keandalan produksi.

Dari sisi finansial, efisiensi energi diproyeksikan menghasilkan penghematan biaya produksi sekitar US$14,3 juta per tahun, atau setara dengan Rp228 miliar per tahun. Penghematan tersebut dapat meningkatkan efisiensi biaya dan memperkuat daya saing produk ammonia Pupuk Kaltim, khususnya di tengah dinamika harga energi dan persaingan industri pupuk global. Manfaat ekonomi ini berjalan beriringan dengan kontribusi lingkungan yang dihasilkan melalui penurunan emisi.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rafli Yandra, menyampaikan bahwa tahap pengujian kinerja telah selesai dan fasilitas kini siap menuju operasional penuh. Pengujian yang berlangsung selama 168 jam tersebut memenuhi seluruh parameter operasional yang ditetapkan. Keberhasilan ini dinilai memperkuat daya saing perusahaan sekaligus mendukung agenda ketahanan pangan nasional, karena efisiensi dan keandalan pabrik membantu menjaga kesinambungan pasokan ammonia sebagai bahan penting dalam produksi pupuk.

Pupuk Kaltim menempuh sejumlah inisiatif untuk memperluas upaya penurunan emisi sekaligus memperkuat daya saing industri. Salah satunya adalah pembangunan pabrik soda ash pertama di Indonesia. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung proses dekarbonisasi, mengembangkan ekonomi sirkular, dan mendorong substitusi impor. Soda ash memiliki peran penting dalam berbagai sektor, termasuk kaca, deterjen, dan bahan kimia, sehingga produksi dalam negeri berpotensi mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar negeri. Kehadiran fasilitas tersebut juga dapat memperpendek rantai pasok dan menekan emisi yang timbul dari aktivitas transportasi serta distribusi bahan impor.

Upaya tersebut diperkuat oleh pemanfaatan fasilitas eksisting yang mampu menyerap sekitar 174.000 ton CO2 ekuivalen per tahun. Kapasitas ini mencerminkan peran teknologi penangkapan dan pemanfaatan karbon dalam mengurangi emisi dari proses industri. Selain menekan emisi langsung, pengelolaan karbon yang lebih terintegrasi berpotensi mengurangi jejak karbon di sepanjang rantai pasok. Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya dirasakan pada area operasional perusahaan, tetapi juga oleh mitra usaha dan pengguna produk yang membutuhkan bahan baku dengan profil lingkungan lebih baik.

Pada sisi kelistrikan, Pupuk Kaltim mengoperasikan PLTS atap berkapasitas 3,8 MW. Pemanfaatan sumber energi surya ini meningkatkan bauran listrik bersih dan menghasilkan pengurangan emisi sekitar 4.017 ton CO2 ekuivalen. Penerapan PLTS atap menunjukkan bahwa energi terbarukan dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan industri dengan kebutuhan energi tinggi. Langkah tersebut juga membantu mengurangi ketergantungan pada listrik berbasis bahan bakar fosil, sekaligus mendukung efisiensi energi dan ketahanan operasional perusahaan.

Inisiatif lain dilakukan melalui proyek co-firing pada boiler batu bara, yaitu substitusi sebagian bahan bakar dengan biomassa. Proyek ini diterapkan pada boiler berkapasitas 220 x 2 ton per jam untuk menurunkan intensitas emisi tanpa mengabaikan kebutuhan keandalan proses produksi. Melalui peningkatan porsi biomassa secara bertahap, Pupuk Kaltim memproyeksikan pengurangan emisi hingga 59.000 ton CO2 per tahun pada 2030. Rangkaian langkah tersebut memperlihatkan pendekatan berlapis, mulai dari pengelolaan karbon dan energi surya hingga pemanfaatan bahan bakar alternatif.

Bagi Pupuk Kaltim, dekarbonisasi bukan sekadar upaya mengurangi jejak lingkungan, melainkan agenda strategis untuk menjaga keberlanjutan sekaligus memperkuat kinerja bisnis. Setiap program dirancang agar memberikan manfaat yang terukur, mulai dari penghematan energi dan penurunan biaya operasional hingga peningkatan efisiensi proses produksi. Pendekatan tersebut menjadi semakin penting ketika regulasi nasional dan internasional berkembang lebih ketat, sementara pasar global semakin mengutamakan produk yang memiliki kinerja keberlanjutan serta emisi yang lebih rendah.

Peta jalan dekarbonisasi perusahaan dibangun melalui kombinasi sejumlah pendekatan yang saling melengkapi. Efisiensi energi menjadi fondasi untuk mengoptimalkan penggunaan bahan bakar dan listrik di berbagai fasilitas. Pemanfaatan energi terbarukan diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi beremisi tinggi. Pada saat yang sama, prinsip ekonomi sirkular diterapkan melalui pemanfaatan kembali material dan pengelolaan sumber daya yang lebih bertanggung jawab. Co-firing biomassa turut dikembangkan sebagai alternatif untuk menekan penggunaan energi fosil, sedangkan rencana pengembangan clean ammonia membuka peluang bagi produksi dan portofolio yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri rendah karbon.

Rangkaian inisiatif tersebut menunjukkan bahwa pengurangan emisi dapat berjalan seiring dengan peningkatan daya saing. Penggunaan energi yang lebih efisien membantu perusahaan mengendalikan biaya, memperkuat keandalan operasi, dan meningkatkan nilai produk di tengah perubahan preferensi pelanggan. Dengan pelaksanaan yang konsisten, berbagai langkah itu diharapkan mampu menekan emisi secara signifikan serta memperkuat posisi Pupuk Kaltim sebagai pemain strategis dalam transformasi industri pupuk menuju masa depan rendah karbon. Agenda ini juga mencerminkan komitmen perusahaan untuk menghubungkan tanggung jawab lingkungan dengan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Baca juga: Strategi Muhammad Sarmuji Memperkuat Industri Tekstil dan Serapan Tenaga Kerja | Pangandaran Run 2026, Ribuan Langkah untuk Kebersamaan TNI dan Rakyat