Jakarta | Kesibukan Rossa sebagai penyanyi tidak mengurangi perhatiannya terhadap keluarga. Setelah kehadiran putri keduanya, Raina Mikayla Almahyra, keseharian Rossa memasuki fase yang berbeda. Raina kini telah berada pada usia preschool, sehingga membutuhkan pendampingan dan perhatian yang lebih sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya. Di tengah aktivitasnya di dunia musik, Rossa berupaya memberikan ruang yang lebih besar untuk mendampingi sang putri.
Perubahan tersebut turut dipengaruhi oleh kondisi Rizky Langit Ramadhan, putra sulung Rossa. Jika sebelumnya banyak waktu Rossa digunakan untuk menemani Rizky, kini perhatian itu mulai dialihkan kepada Raina. Rizky telah beranjak dewasa dan mulai tinggal secara mandiri, sehingga kebutuhan pendampingannya tidak lagi sama seperti sebelumnya. Situasi tersebut membuat Rossa memiliki kesempatan untuk lebih dekat dengan Raina dalam keseharian.
Keterangan mengenai perubahan perhatian itu disampaikan Rossa saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Ia menjelaskan bahwa Raina kini menjadi sosok yang lebih banyak didampingi, seiring dengan kemandirian Rizky yang mulai terbentuk. Bagi Rossa, perpindahan fokus tersebut bukan berarti mengurangi kasih sayang kepada Rizky, melainkan menyesuaikan pendampingan dengan kebutuhan masing-masing anak. Raina yang sedang memasuki masa preschool memperoleh perhatian lebih besar, sementara Rizky mulai menjalani kehidupannya secara mandiri. Fase baru ini memperlihatkan bagaimana Rossa menyesuaikan keseharian sebagai ibu dengan perkembangan kedua anaknya, tanpa meninggalkan tanggung jawabnya sebagai penyanyi.
Setelah belasan tahun sejak mengasuh Rizky di masa preschool, Rossa kembali menjalani rutinitas merawat anak yang masih kecil melalui kehadiran Raina. Pengalaman tersebut menghadirkan perbandingan tersendiri bagi Rossa. Ia mengingat bahwa ketika Rizky masih berada pada usia preschool, dirinya merasa lebih bugar dalam mendampingi berbagai aktivitas harian. Saat itu, mengurus anak, menemani bermain, maupun mengikuti kebutuhan rutin terasa lebih mudah dijalani dari sisi tenaga.
Kondisinya ketika mendampingi Raina kini dirasakan berbeda. Raina yang masih kecil membutuhkan perhatian secara langsung, termasuk ketika harus digendong dalam waktu cukup lama. Menurut Rossa, aktivitas tersebut membuatnya lebih cepat merasa lelah dibandingkan saat ia mengasuh Rizky dahulu. Perbedaan itu menjadi bagian dari pengalaman Rossa ketika kembali menjalani tahap pengasuhan yang sebelumnya telah ia lewati bertahun-tahun lalu.
Rossa tidak menempatkan pengalaman tersebut sebagai perbandingan Raina dan Rizky, melainkan sebagai gambaran mengenai perubahan yang ia rasakan dalam menjalani peran sebagai orang tua pada dua periode berbeda. Kebutuhan anak yang masih kecil membuat aktivitas fisik menjadi bagian penting dari keseharian, sementara setiap pengalaman pengasuhan berlangsung dalam situasi yang tidak sepenuhnya sama.
Ia pun menyampaikan pengalamannya secara apa adanya, terutama mengenai perbedaan tenaga saat menemani kedua anak di usia mereka yang masih membutuhkan pendampingan intensif. Ketika bersama Raina, Rossa lebih menyadari bahwa menggendong dan mendampingi anak dalam durasi panjang dapat menguras tenaganya. Sementara itu, kenangan saat mengurus Rizky di masa preschool membuatnya merasa bahwa dirinya dulu lebih bugar untuk menghadapi rutinitas tersebut. Pengalaman ini memperlihatkan dinamika pengasuhan Rossa bersama Raina setelah sekian lama tidak merawat anak pada usia yang sama.
Di tengah kesibukannya sebagai pekerja, Rossa tetap berusaha hadir dalam rutinitas sekolah Raina. Keterlibatan tersebut terlihat dari kesediaannya mengantar atau menjemput putrinya ketika jadwal pekerjaan memungkinkan. Bagi Rossa, kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan harian Raina menjadi bagian penting dari upaya menjaga kedekatan dengan anak. Ia tidak hanya memperhatikan kebutuhan Raina dari jauh, tetapi juga berusaha mengambil peran dalam aktivitas sederhana yang berkaitan dengan sekolah. Kehadiran itu menunjukkan bahwa kesibukan pekerjaan tidak sepenuhnya menghalangi Rossa untuk mengikuti keseharian putrinya.
Rossa memang tidak mengantar atau menjemput Raina setiap hari. Keterlibatan tersebut menyesuaikan dengan waktu dan tanggung jawab pekerjaannya. Namun, ketika memiliki kesempatan, ia lebih sering memanfaatkannya untuk hadir dalam perjalanan Raina menuju atau pulang dari sekolah. Pilihan itu menjadi lebih memungkinkan karena sekolah Raina berada sangat dekat dari rumah. Jarak yang tidak jauh membuat Rossa dapat menyesuaikan kehadiran tersebut dengan jadwal kerja yang sedang dijalani, tanpa perlu mengabaikan kewajiban profesionalnya. Dengan demikian, rutinitas sekolah Raina tetap memperoleh perhatian langsung dari sang ibu.
Sikap Rossa memperlihatkan upaya menjaga keseimbangan kesibukan kerja dan perannya dalam pendidikan anak. Ia tidak menetapkan kehadiran setiap hari sebagai satu-satunya ukuran keterlibatan, melainkan menggunakan kesempatan yang tersedia untuk tetap berada dalam rutinitas Raina. Mengantar atau menjemput ketika jadwal memungkinkan menjadi bentuk perhatian yang sederhana, tetapi bermakna bagi hubungan mereka. Kedekatan sekolah dengan rumah turut membantu Rossa memanfaatkan waktu secara lebih fleksibel. Di tengah perubahan ketika Rizky mulai mandiri, perhatian Rossa pun tetap diarahkan pada kehadiran nyata dalam keseharian Raina, khususnya melalui kegiatan sekolah yang dapat ia ikuti secara langsung.
Perhatian Rossa kini tidak hanya tertuju pada kemandirian Rizky, tetapi juga pada masa depan pendidikan Raina. Ia menyadari bahwa kebutuhan sekolah anak dapat berubah seiring waktu, sementara biaya pendidikan cenderung meningkat. Karena itu, Rossa mulai memikirkan persiapan jangka panjang agar kebutuhan Raina dapat dipertimbangkan dengan lebih tenang dan terarah. Baginya, perencanaan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai orang tua, bukan sekadar kekhawatiran yang muncul sesaat.
Rossa mengaku sebagai ibu yang realistis ketika membicarakan anggaran pendidikan. Ia tidak ingin membuat perhitungan berdasarkan harapan semata, melainkan berusaha melihat kemampuan keuangan secara apa adanya. Setiap kebutuhan perlu ditempatkan dalam prioritas yang jelas, termasuk biaya sekolah, kebutuhan harian, dan pengeluaran lain yang mungkin muncul dalam proses tumbuh kembang Raina. Sikap realistis itu membantunya menimbang keputusan secara lebih rasional tanpa mengabaikan kebutuhan anak.
Salah satu pertimbangan Rossa adalah membandingkan biaya preschool yang berlaku saat ini dengan perkiraan biaya sekolah dasar pada masa mendatang. Perbandingan tersebut membuatnya menyadari bahwa selisih waktu dapat membawa perubahan besar pada beban anggaran keluarga. Ia pun merasa perlu memperhitungkan kemungkinan kenaikan biaya sejak awal, meskipun belum menentukan rencana pendidikan tertentu. Dengan cara ini, Rossa berusaha membangun kesiapan finansial secara bertahap sambil tetap menyesuaikannya dengan kondisi keluarga. Perhatiannya terhadap pendidikan Raina menunjukkan bahwa kemandirian Rizky membuka ruang bagi Rossa untuk memikirkan kebutuhan anak lain dengan lebih menyeluruh dan penuh pertimbangan.
Baca juga: Usulan Satgas Lintas Sektor untuk Wujudkan Kalsel Mandiri Air 2046 | Kemensos Pastikan Perlindungan Siswa Sekolah Rakyat Tetap Menjadi Perhatian
- Harga BBM Nonsubsidi Pertamina pada 12 Oktober 2026 Masih Berlaku seperti Periode Sebelumnya
- <a href="https://putraturatea.com/shin-tae-yong-membandingkan-tantangan-melatih-persija-dan-timnas-indonesia/”>Shin Tae-yong Membandingkan Tantangan Melatih Persija dan Timnas Indonesia
- Bayi Alena Meninggal pada Usia 28 Hari Setelah Sempat Kritis di RSUD Dr Soetomo







