Polisi Menangani Kekerasan terhadap Petugas Satpol PP Seusai Penertiban di Bulungan

oleh -154 Dilihat
oleh
Polisi Menangani Kekerasan terhadap Petugas Satpol PP Seusai Penertiban di Bulungan

Jakarta | Seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengalami kekerasan seusai kegiatan penertiban trotoar dan parkir liar di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis siang, 8 Oktober 2026. Peristiwa tersebut terjadi setelah petugas menjalankan operasi untuk menata penggunaan ruang publik yang dinilai mengganggu pejalan kaki serta menertibkan kendaraan yang parkir tidak pada tempatnya.

Kegiatan itu melibatkan tim gabungan dari Satpol PP Kecamatan Kebayoran Baru, Satuan Pelaksana Dinas Perhubungan, Satuan Pelaksana Sosial, Koramil, dan Polsek Kebayoran Baru. Kolaborasi lintas instansi tersebut dilakukan untuk memastikan proses penertiban berlangsung tertib sekaligus memberikan dukungan keamanan bagi petugas di lapangan.

Salah satu titik operasi berada di depan Kolam Renang Bulungan. Lokasi itu kerap menjadi objek pengaduan masyarakat karena aktivitas parkir dan penggunaan trotoar yang berpotensi menghambat mobilitas pejalan kaki. Penertiban dilakukan dengan menyasar kendaraan yang berhenti atau parkir di area yang tidak diperuntukkan bagi kendaraan.

Dalam kegiatan tersebut, petugas Dishub melaksanakan operasi cabut pentil terhadap puluhan kendaraan. Tindakan itu merupakan bagian dari upaya menegakkan aturan lalu lintas dan mengingatkan pengguna kendaraan agar tidak memanfaatkan trotoar maupun bahu jalan sebagai tempat parkir.

Pada tahap awal, kegiatan penertiban disebut berlangsung aman dan terkendali. Petugas gabungan menjalankan tugas sesuai pembagian masing-masing, sementara kondisi di sekitar lokasi masih dapat dikelola. Namun, setelah rangkaian penertiban berlangsung, seorang anggota Satpol PP dilaporkan mengalami kekerasan. Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian aparat kepolisian untuk ditangani sesuai prosedur.

Kekerasan terhadap petugas terjadi dalam konteks pelaksanaan tugas penataan fasilitas umum. Polisi selanjutnya diharapkan mengusut rangkaian kejadian secara menyeluruh, termasuk mengidentifikasi pihak yang terlibat dan mengumpulkan keterangan dari saksi maupun petugas yang berada di lokasi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan bahwa situasi memanas setelah petugas gabungan Satpol PP dan Dinas Perhubungan melakukan penertiban terhadap kendaraan yang parkir sembarangan di sekitar Bulungan. Dalam kegiatan tersebut, petugas menindak sejumlah kendaraan yang dinilai melanggar aturan, termasuk dengan mencabut pentil ban. Tindakan itu merupakan bagian dari penegakan ketertiban lalu lintas dan upaya mengurangi parkir liar yang berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat.

Menurut Pramono, ketegangan mulai muncul ketika sejumlah pekerja proyek diduga melakukan provokasi terhadap petugas. Situasi tersebut kemudian memicu bentrokan awal petugas Dishub dan para pekerja proyek. Peristiwa itu berlangsung saat rangkaian penertiban masih berjalan, sehingga petugas berupaya mengendalikan keadaan dan menyelesaikan kegiatan sesuai prosedur. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selanjutnya menyerahkan penanganan dugaan kekerasan serta pihak-pihak yang terlibat kepada aparat kepolisian.

Pramono menambahkan, setelah kegiatan penertiban selesai, rombongan petugas bergerak menuju wilayah Kelurahan Selong. Ketika iring-iringan melintas, truk yang berada di bagian belakang disebut dilempari oleh sejumlah pekerja proyek pembangunan gedung kejaksaan yang sedang beristirahat. Pelemparan tersebut diduga dilakukan oleh pekerja yang berkaitan dengan kendaraan-kendaraan yang sebelumnya ditindak dalam operasi parkir liar. Keterangan itu menjadi bagian penting dalam penyelidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian secara menyeluruh, termasuk motif tindakan dan identitas pihak yang terlibat. Polisi kemudian diminta memeriksa saksi, rekaman di sekitar lokasi, serta bukti lain agar penanganan perkara berlangsung berdasarkan fakta dan ketentuan hukum yang berlaku.

Rombongan kendaraan yang melintas di sekitar lokasi dilaporkan berhenti setelah mendengar teriakan seorang ibu yang meminta pertolongan. Perempuan tersebut menyampaikan dugaan adanya pencurian sepeda motor, sehingga sejumlah petugas turun dari kendaraan untuk memastikan situasi. Kehadiran mereka juga dimaksudkan untuk mencegah kemungkinan terjadinya tindakan main hakim sendiri terhadap orang yang dicurigai.

Setelah mendatangi kerumunan, petugas mengetahui bahwa kelompok tersebut terdiri atas para pekerja proyek. Mereka sebelumnya terlibat dalam operasi cabut pentil yang dilakukan di depan Kolam Renang Bulungan. Kendaraan milik sejumlah pekerja menjadi sasaran tindakan tersebut karena dinilai melanggar ketentuan parkir. Para pekerja kemudian menyampaikan keberatan, dengan alasan bahwa area itu merupakan tempat parkir yang disediakan oleh pihak PT tempat mereka bekerja atau menjalankan proyek.

Situasi sempat mereda setelah petugas memberikan penjelasan dan berupaya memisahkan pihak-pihak yang terlibat. Namun, kondisi kembali memanas ketika massa lain berdatangan ke lokasi. Massa tersebut diduga terprovokasi oleh informasi mengenai perselisihan pekerja proyek dan petugas yang melakukan penertiban. Ketegangan kemudian berkembang menjadi pelemparan ke arah petugas.

Dalam keadaan tersebut, seorang petugas berusaha melindungi rekannya yang terjatuh. Petugas itu diduga menjadi sasaran kekerasan ketika berupaya mencegah rekannya dikeroyok oleh sejumlah orang. Peristiwa tersebut membuat situasi semakin tidak terkendali dan memerlukan penanganan aparat untuk membubarkan kerumunan serta mengamankan petugas maupun masyarakat di sekitar lokasi. Polisi selanjutnya menangani kejadian itu dengan mengumpulkan keterangan dari para pihak dan menelusuri rangkaian peristiwa yang berawal dari penertiban kendaraan.

Setelah insiden kekerasan terhadap anggota Satpol PP seusai penertiban di Bulungan, perwakilan manajemen PT PP mendatangi pihak Kecamatan Kebayoran Baru. Kedatangan tersebut dilakukan untuk menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang berlangsung. Dalam pertemuan itu, manajemen juga menyatakan kesiapan untuk bertanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan, termasuk kerusakan serta biaya pengobatan bagi anggota Satpol PP yang mengalami luka.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan setelah kejadian, tetapi proses hukum tetap ditempuh oleh pihak Satpol PP Kebayoran Baru. Kasus kekerasan itu kemudian dibawa ke jalur hukum dan dilaporkan kepada kepolisian. Laporan tersebut telah diterima oleh polisi untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam tahap awal penanganan, polisi telah meminta keterangan dari lima orang saksi. Pemeriksaan dilakukan untuk mengumpulkan informasi mengenai rangkaian peristiwa, kondisi di lokasi, serta pihak-pihak yang berada di sekitar tempat kejadian. Namun, identitas pelaku belum dapat dipastikan karena situasi saat insiden berlangsung ramai.

Kepolisian menyampaikan bahwa pencarian dan koordinasi dengan pihak terkait masih dilakukan. Upaya tersebut mencakup pengumpulan keterangan tambahan serta penelusuran informasi yang dapat membantu memperjelas peristiwa. Polisi juga masih mendalami laporan dan bahan yang tersedia sebelum menyampaikan perkembangan lebih lanjut. Karena proses penanganan masih berjalan, belum ada kesimpulan mengenai jumlah pelaku maupun perkembangan penyidikan lain di luar keterangan yang telah disampaikan. Pihak terkait diharapkan memberikan informasi yang diperlukan agar penyelidikan dapat berlangsung secara objektif dan sesuai prosedur.

Baca juga: Kesaksian Pedagang Warteg tentang Penertiban yang Berujung Kericuhan di Bulungan | Pramono Anung Ungkap Kronologi Bentrokan Satpol PP dan Pekerja Proyek di Bulungan | Sikap Fraksi Golkar terhadap Usulan Hak Angket Polemik Ijazah Gibran