Jakarta | PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Oktober 2026. Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 11.30 WIB. Pelaksanaan RUPSLB menjadi agenda penting bagi perseroan karena pemegang saham akan membahas dua pokok agenda yang berkaitan dengan struktur permodalan dan kepengurusan GoTo.
Pokok agenda pertama adalah permintaan persetujuan atas rencana pengurangan modal perseroan. Pembahasan ini mencakup rencana penarikan saham tresuri yang dimiliki GoTo sebagai bagian dari langkah korporasi terkait modal perusahaan. Agenda tersebut akan disampaikan kepada pemegang saham untuk memperoleh pertimbangan dan persetujuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Informasi mengenai rencana ini menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan RUPSLB GoTo pada pertengahan Oktober 2026.
Agenda kedua berkaitan dengan perubahan susunan pengurus GoTo. Dalam rapat tersebut, perseroan akan membahas rencana perubahan komposisi pengurus, yang mencakup struktur manajemen dan organ perusahaan sesuai materi yang diajukan dalam RUPSLB. Kedua agenda itu menempatkan rapat sebagai forum penting untuk membahas arah pengelolaan dan struktur perseroan ke depan.
Dengan demikian, RUPSLB GoTo pada 14 Oktober 2026 berfokus pada pembahasan rencana pengurangan modal melalui penarikan saham tresuri serta perubahan susunan pengurus. Rapat yang berlangsung selama sekitar satu setengah jam, dari pukul 10.00 sampai 11.30 WIB, menjadi kesempatan bagi pemegang saham untuk menelaah kedua usulan tersebut. Uraian ini hanya mencakup agenda yang dijadwalkan dalam rapat, sementara keputusan atau hasil pembahasannya belum tersedia dalam bahan sumber.
Agenda pertama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) GoTo berkaitan dengan permintaan persetujuan pemegang saham atas rencana pengurangan modal perseroan. Rencana tersebut dilakukan melalui penarikan kembali sebagian saham tresuri yang dimiliki GoTo. Saham tresuri merupakan saham perseroan yang sebelumnya telah dibeli kembali melalui program pembelian kembali saham atau buyback.
Saham yang direncanakan untuk ditarik kembali berjumlah 32.186.417.803 saham Seri A. Saham-saham tersebut berasal dari pelaksanaan program buyback yang berlangsung pada periode 12 Juni 2024 sampai 11 Juni 2025. Dengan adanya penarikan tersebut, saham tresuri tidak lagi dipertahankan sebagai bagian dari saham yang telah dibeli kembali oleh perseroan, melainkan dikeluarkan dari struktur modal GoTo sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
Pelaksanaan rencana ini akan berdampak pada perubahan jumlah modal ditempatkan dan modal disetor perseroan. Karena itu, GoTo perlu menyesuaikan anggaran dasarnya untuk mencerminkan pengurangan modal tersebut. Perubahan anggaran dasar menjadi bagian penting dalam proses ini karena jumlah saham dan komposisi modal yang tercantum dalam dokumen perseroan harus selaras dengan hasil penarikan saham tresuri.
Penarikan saham tresuri sebagai metode pengurangan modal ditempatkan dan disetor tidak dapat dilakukan secara sepihak oleh manajemen. Langkah tersebut wajib memperoleh persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB. Persetujuan ini diperlukan untuk memastikan bahwa keputusan pengurangan modal telah dibahas dan disahkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, anggaran dasar, serta tata kelola perusahaan yang berlaku.
Melalui agenda tersebut, pemegang saham akan menilai rencana penarikan 32.186.417.803 saham Seri A beserta konsekuensinya terhadap struktur permodalan dan anggaran dasar GoTo. Keputusan RUPSLB nantinya menjadi dasar bagi perseroan untuk menjalankan proses administratif dan korporasi terkait pengurangan modal secara resmi.
GoTo melakukan perubahan atas rencana pemanfaatan saham hasil pembelian kembali atau buyback. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada 28 Juli 2026, perseroan sebelumnya menyatakan bahwa saham tresuri tersebut akan dialihkan untuk pelaksanaan program kepemilikan saham bagi karyawan, direksi, dan dewan komisaris perseroan, serta perusahaan anak.
Rencana tersebut berkaitan dengan program kepemilikan saham karyawan dan manajemen, yang dikenal sebagai Employee Stock Ownership Program (ESOP) dan Management Stock Ownership Program (MSOP). Pelaksanaannya telah memperoleh persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 Juni 2025. Dengan persetujuan itu, saham hasil buyback semula disiapkan sebagai salah satu sumber saham untuk menjalankan program tersebut.
Namun, setelah mempertimbangkan kondisi pasar global dan nasional terkini, dinamika yang berlangsung, kepentingan perseroan, serta manfaat optimal bagi seluruh pemegang saham, manajemen GoTo memutuskan untuk membatalkan pelaksanaan program ESOP/MSOP dengan menggunakan saham tresuri. Keputusan ini mengubah rencana yang sebelumnya telah disampaikan dalam keterbukaan informasi perseroan.
Pembatalan tersebut secara khusus menyangkut pemanfaatan saham hasil buyback untuk program kepemilikan saham bagi karyawan, direksi, dan dewan komisaris GoTo maupun perusahaan anak. Manajemen menyampaikan keputusan itu setelah melakukan pertimbangan terhadap berbagai kondisi dan dinamika yang relevan, termasuk perkembangan pasar global dan nasional. Dengan demikian, saham tresuri yang sebelumnya direncanakan untuk mendukung program ESOP/MSOP tidak lagi digunakan untuk pelaksanaan program tersebut berdasarkan keputusan terbaru perseroan.
Agenda kedua Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) GoTo berkaitan dengan permintaan persetujuan atas pengunduran diri Catherine Hindra dari jabatannya sebagai wakil direktur utama perseroan. GoTo menyampaikan bahwa perseroan telah menerima surat pengunduran diri tersebut pada 28 Agustus 2026. Agenda ini akan dibahas dan dimintakan keputusan pemegang saham dalam forum RUPSLB sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Penyampaian agenda tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa pengunduran diri Catherine Hindra telah disetujui ataupun bahwa susunan pengurus perseroan telah berubah. Keputusan mengenai permintaan persetujuan itu berada dalam kewenangan pemegang saham melalui RUPSLB. Karena itu, status jabatan dan struktur kepengurusan perlu dipahami berdasarkan keputusan resmi yang akan dihasilkan setelah rapat diselenggarakan.
Pemegang saham yang berhak menghadiri RUPSLB adalah pihak yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan dan/atau pemilik saham GoTo pada subrekening efek di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Pencatatan tersebut harus dilakukan sampai dengan penutupan perdagangan saham GoTo di Bursa Efek Indonesia pada 21 September 2026, pukul 16.00 WIB.
Ketentuan tanggal pencatatan ini menjadi dasar untuk menentukan pemegang saham yang dapat menggunakan hak kehadirannya dalam rapat. Dengan demikian, pemilik saham yang tercatat setelah batas waktu tersebut tidak termasuk dalam daftar pemegang saham yang berhak menghadiri RUPSLB berdasarkan tanggal penentuan yang telah ditetapkan. Pemegang saham juga perlu memastikan data kepemilikan pada daftar perseroan atau subrekening efek di KSEI tercatat secara tepat sebelum batas waktu tersebut.
Baca juga: Kepemilikan Saham MTEL Terkonsentrasi, 95,58 Persen Dikuasai Sejumlah Pemegang Saham






















