Harga BBM Nonsubsidi Pertamina 13 Oktober 2026 Tetap, Empat Produk Mengalami Kenaikan

oleh -66 Dilihat
oleh
Harga BBM Nonsubsidi Pertamina 13 Oktober 2026 Tetap, Empat Produk Mengalami Kenaikan

Jakarta | Harga BBM Pertamina yang berlaku pada Selasa, 13 Oktober 2026, kembali menjadi perhatian masyarakat. Perubahan harga bahan bakar minyak dapat memengaruhi berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari biaya perjalanan hingga ongkos distribusi barang. Karena itu, informasi mengenai penetapan harga pada setiap periode biasanya menjadi rujukan bagi konsumen, pelaku usaha, dan pengguna kendaraan di berbagai daerah.

Berdasarkan kebijakan terbaru, harga BBM nonsubsidi Pertamina pada periode Oktober 2026 secara umum masih dipertahankan seperti periode sebelumnya, yakni September 2026. Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat perubahan menyeluruh terhadap harga seluruh produk nonsubsidi. Masyarakat tetap perlu membedakan kebijakan harga secara umum dan perubahan pada jenis produk tertentu agar tidak menarik kesimpulan bahwa semua BBM mengalami penurunan atau kenaikan.

Rincian harga menunjukkan adanya kenaikan pada empat produk dibandingkan harga sebelumnya. Dengan demikian, informasi mengenai harga BBM Pertamina pada 13 Oktober 2026 perlu dibaca berdasarkan masing-masing jenis bahan bakar, bukan hanya berdasarkan pernyataan umum mengenai harga nonsubsidi. Perbedaan tersebut dapat dipengaruhi oleh evaluasi berkala dan penyesuaian kebijakan yang berlaku pada periode tertentu.

Penetapan harga ini mencakup produk nonsubsidi yang dipasarkan Pertamina, sementara BBM bersubsidi memiliki ketentuan berbeda dan tidak dapat disamakan dengan produk komersial. Konsumen disarankan memeriksa jenis BBM yang digunakan serta harga yang berlaku di wilayahnya melalui informasi resmi Pertamina. Langkah tersebut penting karena penerapan harga dan ketersediaan produk dapat menjadi pertimbangan sebelum melakukan pengisian bahan bakar.

Dengan kondisi tersebut, perhatian publik pada 13 Oktober 2026 tidak hanya tertuju pada apakah harga BBM naik atau turun, tetapi juga pada rincian perubahan setiap produk. Pemahaman yang tepat membantu masyarakat memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai kebijakan harga terbaru, terutama ketika sebagian besar harga masih mengacu pada periode September, sementara empat produk tercatat mengalami kenaikan.

Pertamina Patra Niaga belum melakukan penyesuaian terhadap harga BBM nonsubsidi. Keterangan tersebut disampaikan Kitty Andhora, selaku Vice President (VP) Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, dalam pernyataan resmi bertanggal 1 Oktober 2026. Menurut Kitty, keputusan untuk mempertahankan harga tidak ditetapkan secara otomatis, melainkan dengan mempertimbangkan berbagai faktor serta kondisi masyarakat.

Pertimbangan tersebut menjadi dasar bagi Pertamina sebelum menetapkan apakah perubahan harga perlu dilakukan. Perusahaan masih melihat berbagai faktor dan kondisi masyarakat secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan mengenai harga BBM nonsubsidi. Dengan demikian, belum adanya penyesuaian harga menunjukkan bahwa Pertamina masih mempertahankan kebijakan yang berlaku pada periode sebelumnya.

Kitty Andhora menyampaikan bahwa harga BBM nonsubsidi masih diberlakukan sama seperti periode sebelumnya. Pernyataan itu menegaskan bahwa hingga keterangan resmi pada 1 Oktober 2026, Pertamina Patra Niaga belum menetapkan perubahan harga untuk produk BBM nonsubsidi. Penetapan harga tetap menunggu pertimbangan terhadap berbagai faktor dan kondisi masyarakat yang menjadi perhatian perusahaan. Karena itu, masyarakat masih dapat mengacu pada harga nonsubsidi yang berlaku pada periode sebelumnya, tanpa adanya penyesuaian sebagaimana disampaikan oleh Kitty dalam keterangan resminya.

Sejak 2 September 2026, harga dua jenis BBM nonsubsidi Pertamina mengalami penyesuaian. Perubahan tersebut mencakup Pertamax Turbo dan Pertamax Green 95, dengan besaran harga yang berlaku sesuai jenis produk serta ketentuan wilayah yang ditetapkan. Harga terbaru ini menjadi acuan bagi konsumen dalam memperkirakan biaya pengisian bahan bakar setelah adanya kenaikan dibandingkan harga sebelumnya.

Pertamax Turbo untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya, dibanderol Rp19.600 per liter. Harga tersebut meningkat dari harga sebelumnya yang berada di angka Rp18.300 per liter. Dengan demikian, konsumen Pertamax Turbo di wilayah yang memiliki ketentuan PBBKB 5 persen perlu menyesuaikan pengeluaran karena tarif terbaru berlaku sejak 2 September 2026. Konteks wilayah ini tetap menjadi bagian penting dalam melihat harga Pertamax Turbo, sebab angka tersebut secara khusus merujuk pada daerah dengan PBBKB 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya.

Sementara itu, Pertamax Green 95 berada di angka Rp19.150 per liter. Nilai tersebut naik dari harga sebelumnya, yakni Rp16.600 per liter. Kenaikan ini menjadikan harga Pertamax Green 95 sejak 2 September 2026 lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Kedua harga tersebut menunjukkan adanya perubahan pada BBM nonsubsidi Pertamina, dengan Pertamax Turbo di wilayah PBBKB 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya, ditetapkan sebesar Rp19.600 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 berada pada level Rp19.150 per liter. Konsumen dapat menggunakan rincian ini sebagai gambaran harga yang berlaku untuk masing-masing produk.

Selain produk bensin nonsubsidi, perubahan harga juga tercatat pada dua jenis bahan bakar diesel Pertamina, yaitu Dexlite dan Pertamina Dex. Kedua produk tersebut ditujukan untuk kendaraan bermesin diesel dan termasuk dalam kelompok BBM nonsubsidi. Rincian harganya menjadi bagian dari informasi mengenai perkembangan harga BBM Pertamina yang diberitakan pada 13 Oktober 2026.

Dexlite tercatat memiliki harga Rp23.700 per liter. Nilai tersebut meningkat dibandingkan harga sebelumnya yang berada di angka Rp19.700 per liter. Dengan demikian, terdapat selisih sebesar Rp4.000 per liter harga yang tercatat sebelumnya dan harga yang berlaku pada periode pembaruan data tersebut.

Sementara itu, Pertamina Dex berada pada level harga Rp25.200 per liter. Harga ini naik dari posisi sebelumnya, yaitu Rp21.150 per liter. Perbedaannya mencapai Rp4.050 per liter. Berdasarkan angka tersebut, Pertamina Dex tetap menjadi salah satu produk diesel nonsubsidi dengan harga per liter paling tinggi dalam daftar BBM Pertamina yang disampaikan.

Perlu dicatat, rincian harga Dexlite dan Pertamina Dex tersebut merupakan harga yang berlaku per 2 September 2026. Angka-angka itu disampaikan dalam konteks pemberitaan mengenai harga BBM nonsubsidi Pertamina pada 13 Oktober 2026, sehingga tanggal berlaku dan tanggal pemberitaan perlu dibedakan. Dexlite berada di harga Rp23.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex tercatat Rp25.200 per liter, masing-masing setelah mengalami kenaikan dari harga sebelumnya.

Baca juga: Penerimaan Negara dari Layanan Imigrasi Menembus Rp8,68 Triliun pada Oktober 2026 | Inflasi Oktober 2026 Diproyeksikan Naik, Cabai Jadi Pemicu Utama | DPR Soroti Rencana Evaluasi Kenaikan Kelas Siswa Mulai 2027