Megawati Ajak Generasi Muda Berani Membela Rakyat dan Menguasai Teknologi

oleh -61 Dilihat
oleh
Megawati Ajak Generasi Muda Berani Membela Rakyat dan Menguasai Teknologi

Jakarta | Megawati Soekarnoputri mengajak generasi muda untuk berani menyuarakan kebenaran, melawan ketidakadilan, dan berpihak kepada rakyat. Seruan tersebut menekankan pentingnya keberanian anak muda dalam menyampaikan apa yang dianggap benar, terutama ketika terdapat ketidakadilan yang perlu mendapat perhatian. Megawati juga mengingatkan agar keberpihakan itu diarahkan kepada rakyat, khususnya kelompok lemah yang membutuhkan pembelaan. Ajakan tersebut disampaikan melalui pidato video dalam acara puncak Merah Muda Fest 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Minggu, 25 Oktober 2026.

Dalam pidato itu, Megawati menyampaikan pesan kepada anak muda agar tidak diam ketika berhadapan dengan persoalan kebenaran dan keadilan. Mereka diajak menggunakan suara dan sikap untuk membela kepentingan rakyat. Seruan ini menempatkan keberanian sebagai hal penting: generasi muda diharapkan mampu menyatakan kebenaran serta menolak ketidakadilan, sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang berada dalam posisi lemah. Pembelaan terhadap kelompok yang membutuhkan menjadi bagian utama dari ajakan untuk berpihak kepada rakyat.

Pesan Megawati tersebut disampaikan dalam bentuk rekaman pidato video pada puncak festival yang berlangsung di Lapangan Banteng. Melalui penyampaian itu, ia mengarahkan perhatian kepada peran generasi muda dalam menyuarakan kebenaran dan menghadapi ketidakadilan. Anak muda didorong untuk menunjukkan keberpihakan secara tegas kepada rakyat, bukan mengabaikan kelompok yang memerlukan dukungan dan pembelaan. Inti seruannya adalah agar keberanian untuk berbicara dan bersikap berjalan bersama kepedulian terhadap mereka yang lemah.

Dengan demikian, pidato video Megawati di Merah Muda Fest 2026 berisi ajakan yang jelas bagi generasi muda: berani menyuarakan kebenaran, melawan ketidakadilan, serta membela rakyat, terutama kelompok lemah. Pesan itu disampaikan pada Minggu, 25 Oktober 2026, dalam acara puncak di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Megawati menegaskan pentingnya sikap tersebut melalui seruannya kepada anak muda, tanpa melepaskan perhatian dari masyarakat yang membutuhkan pembelaan.

Dalam pandangan Megawati, kecerdasan dan keterampilan merupakan bekal penting bagi generasi muda, tetapi keduanya tidak cukup jika berdiri sendiri. Kemampuan berpikir, belajar, dan menguasai teknologi perlu berjalan bersama karakter yang kuat. Pengetahuan dapat membantu seseorang memahami persoalan dan menemukan jalan keluar, sedangkan keterampilan memungkinkan gagasan diterapkan. Namun, manfaat keduanya bergantung pula pada cara seseorang menggunakan kemampuan tersebut. Karena itu, generasi muda perlu membangun integritas agar kecakapan tidak sekadar menjadi alat untuk mencapai kepentingan pribadi, melainkan dapat digunakan secara bertanggung jawab dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Megawati juga menekankan pentingnya berpegang pada nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam bersikap dan mengambil keputusan. Nilai tersebut dapat menjadi pengingat agar kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tetap disertai tanggung jawab, kepedulian, serta penghormatan terhadap sesama. Bagi anak muda, berpegang pada prinsip bukan berarti menolak perubahan. Sebaliknya, mereka dapat menyambut perkembangan zaman dengan pikiran terbuka sambil menjaga kompas moral. Ketika menghadapi tekanan atau kepentingan yang bertentangan dengan kebenaran, integritas membantu seseorang tetap konsisten pada prinsip yang diyakininya.

Dalam kritiknya, Megawati menyampaikan bahwa ada orang pintar yang hatinya goyah, tidak teguh, dan tidak berani. Pernyataan itu menyoroti bahwa kecerdasan saja belum menjamin seseorang akan mengambil sikap benar ketika menghadapi tantangan. Kritik tersebut tidak perlu digeneralisasi sebagai penilaian terhadap kelompok tertentu; intinya adalah pentingnya keberanian moral bagi setiap individu. Generasi muda diharapkan tidak hanya mampu menguasai pengetahuan dan teknologi, tetapi juga berani membela kebenaran dan keadilan. Keberanian itu dapat diwujudkan melalui sikap jujur, kepedulian terhadap persoalan masyarakat, serta kesediaan menyuarakan hal yang benar secara bertanggung jawab. Dengan demikian, kecakapan, nilai Pancasila, dan keteguhan dapat saling menguatkan dalam membentuk generasi yang mampu memberi manfaat bagi rakyat.

Dorongan Megawati kepada generasi muda untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tidak berhenti pada kecakapan menggunakan perangkat atau mengikuti perkembangan terbaru. Penguasaan itu perlu diarahkan agar menghasilkan teknologi terapan yang berguna, sesuai kebutuhan masyarakat, dan mampu membantu menjawab persoalan nyata. Dengan cara pandang tersebut, kemajuan teknologi tidak semata-mata diukur dari kecanggihannya, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan oleh banyak orang. Anak muda didorong untuk belajar dengan sungguh-sungguh, memahami perubahan, serta menggunakan pengetahuan secara terarah. Ilmu dan teknologi menjadi bekal untuk berkontribusi, bukan sekadar pencapaian pribadi atau simbol kemajuan.

Orientasi pada kebutuhan masyarakat juga menuntut generasi muda memahami bahwa setiap kemajuan membawa tanggung jawab. Keterampilan dan kecerdasan perlu disertai etika, moral, kejujuran, disiplin, serta kesediaan mempertanggungjawabkan keputusan. Nilai-nilai tersebut tidak hanya penting ketika seseorang menghadapi pilihan besar, melainkan perlu hadir dalam keseharian: dalam cara belajar, bekerja, berkomunikasi, dan memperlakukan orang lain. Teknologi yang dikembangkan tanpa pertimbangan moral berisiko kehilangan arah kemanusiaannya. Karena itu, kemampuan teknis dan integritas tidak semestinya dipisahkan. Keduanya saling melengkapi agar pengetahuan dapat digunakan secara bijaksana dan tidak mengabaikan kepentingan publik.

Penekanan pada gotong royong memperluas makna penguasaan teknologi: kemajuan bukan pekerjaan satu orang, melainkan dapat tumbuh melalui kepedulian dan kerja bersama. Sikap saling membantu menjadi landasan agar kecerdasan diarahkan pada manfaat bersama, bukan hanya kepentingan individual. Dalam pandangan ini, generasi muda perlu memadukan kecerdasan dengan kebijaksanaan, serta menerima kemajuan tanpa melepaskan nilai kemanusiaan. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi akan lebih bermakna apabila dijalankan dengan kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan. Dengan demikian, teknologi terapan dapat dipahami sebagai sarana untuk merespons kebutuhan masyarakat, sementara etika dan gotong royong menjaga agar proses maupun hasilnya tetap berpihak pada manusia.

Menjelang peringatan ke-98 Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026, pesan Megawati kembali mengarahkan perhatian pada peran generasi muda dalam kehidupan bangsa. Ia mengajak anak muda memiliki keberanian untuk membela rakyat sekaligus menguasai teknologi. Dua hal tersebut disampaikan sebagai bagian dari tanggung jawab pemuda: keberpihakan kepada kepentingan masyarakat dan kesiapan menghadapi perkembangan zaman. Dalam suasana menjelang peringatan tersebut, ajakan ini menempatkan semangat Sumpah Pemuda bukan semata-mata sebagai ingatan atas peristiwa masa lalu, melainkan sebagai pengingat tentang sikap yang diperlukan generasi muda saat ini. Dengan demikian, keberanian yang dimaksud tidak terpisah dari kesadaran untuk menggunakan kemampuan dan pengetahuan demi rakyat.

Megawati juga mengingatkan bahwa pada 1928 para pemuda berani mengambil sikap untuk bersatu, ketika Indonesia masih berada di bawah penjajahan. Keberanian itu menjadi pokok pesannya dalam menyambut peringatan Sumpah Pemuda kali ini. Para pemuda pada masa tersebut memilih persatuan meskipun bangsa belum . Pengingat ini menyoroti keberanian untuk menempatkan kebersamaan sebagai sikap penting di tengah keadaan yang dihadapi. Bagi generasi muda sekarang, pesan itu dapat dibaca sebagai ajakan untuk tidak mengabaikan kepentingan rakyat serta memiliki keberanian dalam menentukan sikap. Megawati menghubungkan semangat yang ditunjukkan pemuda pada 1928 dengan seruan agar anak muda masa kini turut membela rakyat dan menguasai teknologi. Kedua hal itu menjadi bagian dari pesan yang disampaikannya menjelang tanggal peringatan.

Dalam pesan tersebut, kemerdekaan juga memiliki makna yang lebih luas daripada berakhirnya penjajahan. Megawati mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan akhir perjuangan. Kemerdekaan justru merupakan kesempatan bagi bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri. Pernyataan ini menegaskan bahwa kebebasan menentukan arah bangsa membawa tanggung jawab bagi masyarakat, termasuk generasi muda. Ajakan untuk membela rakyat dan menguasai teknologi berada dalam kerangka kesempatan tersebut: bangsa dapat menentukan nasibnya, sementara pemuda memiliki peran dalam kehidupan bersama.

Baca juga: Danantara Dorong Investasi Teknologi dan Kolaborasi untuk Industri Nasional | Kolaborasi Spesialis dan Teknologi untuk Memperkuat Penanganan Saraf di Indonesia