PDIP Kenalkan Proses Politik kepada Mahasiswa di Sekolah Partai

oleh -71 Dilihat
oleh
PDIP Kenalkan Proses Politik kepada Mahasiswa di Sekolah Partai

Jakarta | DPP PDI Perjuangan menggelar kegiatan pendidikan politik bagi sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Rabu (21/10). Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapat pengenalan mengenai proses pencalonan dalam politik elektoral di Indonesia. Materi ini menjadi pokok pembahasan bagi mahasiswa yang hadir, dengan fokus pada bagaimana pencalonan berkaitan dengan penyelenggaraan kontestasi politik. Kegiatan itu mempertemukan peserta dari latar kampus yang beragam dalam satu ruang pembelajaran mengenai politik dan pencalonan. Informasi yang disampaikan berpusat pada proses tersebut, tanpa rincian tambahan mengenai agenda atau metode penyampaian yang digunakan.

Pengenalan terhadap pencalonan memberi konteks mengenai salah satu bagian penting dalam politik elektoral. Bagi mahasiswa, memahami proses ini dapat membantu mereka mengenali bagaimana calon hadir dalam kontestasi di Indonesia, serta bagaimana pencalonan menjadi bagian dari perjalanan menuju pemilihan. Pendidikan politik dalam kegiatan ini ditempatkan sebagai kesempatan untuk memperoleh pengetahuan mengenai proses, bukan sekadar mengenal istilah atau nama-nama yang muncul dalam politik. Pembahasan mengenai pencalonan juga menghubungkan pengetahuan mahasiswa tentang kehidupan politik dengan mekanisme elektoral yang berlaku di Indonesia. Dengan demikian, topik yang diperkenalkan memiliki kaitan langsung dengan cara kerja kontestasi politik, sekaligus menjadi bahan pemahaman bagi peserta yang datang dari berbagai perguruan tinggi.

Pelaksanaan kegiatan di Sekolah Partai menunjukkan bahwa ruang tersebut digunakan untuk mengenalkan isu politik kepada kalangan mahasiswa. Namun, informasi yang tersedia mengenai kegiatan ini terbatas pada penyelenggara, lokasi, waktu, peserta, dan materi pengenalan. Karena itu, uraian mengenai kegiatan tidak mencakup rincian lebih jauh tentang tahapan pencalonan yang dibahas, narasumber, bentuk diskusi, maupun tanggapan peserta. Hal yang dapat dipastikan ialah sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus mengikuti pendidikan politik yang digelar DPP PDI Perjuangan dan memperoleh pengenalan tentang proses pencalonan dalam politik elektoral Indonesia. Kegiatan tersebut memberikan titik awal bagi peserta untuk memahami topik pencalonan dalam konteks politik nasional, tanpa menyimpulkan adanya materi atau aktivitas lain di luar keterangan yang tersedia.

Ketua DPP PDI Perjuangan Komarudin Watubun menjelaskan bahwa kegiatan pengenalan proses politik di Sekolah Partai ditujukan untuk mengingatkan generasi muda agar tidak menjauh atau bersikap apatis terhadap kehidupan politik. Menurut dia, pemahaman tentang politik penting dimiliki anak muda, sebab keputusan publik yang dihasilkan melalui proses politik berpengaruh pada kehidupan masyarakat luas. Karena itu, mahasiswa perlu mendapat ruang untuk mengenali bagaimana politik bekerja, termasuk memahami bahwa keterlibatan warga merupakan bagian dari upaya menjaga kepentingan bersama. Kegiatan tersebut bukan semata-mata memperkenalkan organisasi, melainkan juga membuka pembicaraan mengenai peran politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan bekal pengetahuan yang memadai, generasi muda diharapkan mampu melihat politik secara lebih utuh dan memahami perannya sebagai warga.

Komarudin menilai ketidaktertarikan anak muda terhadap politik bukan persoalan kecil, melainkan masalah serius yang perlu mendapat perhatian. Sikap tidak peduli dapat membuat generasi muda kurang memahami proses pengambilan keputusan yang berdampak pada kehidupan mereka. Ketika ruang politik tidak dipahami, aspirasi anak muda juga berisiko tidak tersalurkan dengan baik. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya mendorong mahasiswa untuk mengenal politik tanpa memandangnya sebagai sesuatu yang jauh dari keseharian. Pemahaman tersebut dapat membantu mereka menilai isu publik, mengenali tanggung jawab para pemangku kebijakan, serta menyadari bahwa pilihan dan partisipasi warga memiliki arti. Pesan yang disampaikan bukan agar setiap anak muda mengikuti satu pandangan tertentu, tetapi agar mereka tidak menutup diri dari proses politik.

Melalui kegiatan di Sekolah Partai, mahasiswa diharapkan memperoleh kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, dan memahami dinamika politik secara langsung. Pengenalan semacam ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun sikap kritis dan partisipasi yang bertanggung jawab. Bagi Komarudin, generasi muda perlu menyadari bahwa politik turut menentukan arah kebijakan dan masa depan masyarakat, sehingga sikap apatis dapat menjauhkan mereka dari ruang yang memengaruhi kepentingan publik. Dengan mengenal prosesnya, mahasiswa dapat membentuk penilaian berdasarkan pemahaman, bukan sekadar anggapan atau jarak terhadap politik. Dorongan agar anak muda lebih peduli itu sekaligus menegaskan bahwa pendidikan politik perlu membuka ruang dialog, sehingga keterlibatan mereka tumbuh melalui pengetahuan dan kesadaran.

Dalam kegiatan di Sekolah Partai, PDIP memperkenalkan kepada mahasiswa ajaran dan pemikiran Bung Karno sebagai salah satu pijakan penting bagi kehidupan serta arah perjuangan partai. Materi tersebut tidak hanya membahas gagasan secara historis, tetapi juga mengajak peserta memahami nilai-nilai yang melandasi cara partai memandang masyarakat, kepemimpinan, dan kehidupan berbangsa. Dengan mengenal pemikiran Bung Karno, mahasiswa diharapkan memperoleh konteks untuk melihat bahwa politik memiliki landasan ideologis dan tujuan yang lebih luas daripada sekadar perebutan jabatan.

Pengenalan itu berkaitan dengan pesan Komarudin mengenai pentingnya memahami proses politik. Menurutnya, perjalanan seseorang dalam politik tidak berlangsung secara instan, termasuk ketika seseorang berkeinginan maju sebagai calon dalam kontestasi elektoral. Ada tahapan, pembelajaran, pengalaman, serta pertimbangan yang perlu dilalui sebelum seseorang memperoleh kesempatan untuk memegang tanggung jawab publik. Karena itu, proses tidak semestinya dipandang sebagai hambatan belaka, melainkan sebagai bagian dari pembentukan kapasitas dan pemahaman seorang calon pemimpin.

Komarudin juga mengingatkan bahwa keinginan untuk menjadi pejabat, presiden, ataupun wakil presiden tidak dapat dipaksakan begitu saja. Aspirasi tersebut perlu berjalan seiring dengan proses politik dan mekanisme yang berlaku. Pesan ini memberi penekanan bahwa jabatan publik bukan sesuatu yang otomatis diperoleh hanya karena seseorang menginginkannya. Ada perjalanan yang harus ditempuh, termasuk membangun kesiapan dan memahami tanggung jawab yang menyertai jabatan. Bagi mahasiswa yang sedang mengenal politik, pemahaman tersebut dapat membantu membedakan ambisi pribadi dan proses yang membutuhkan kedewasaan.

Dengan menghubungkan ajaran Bung Karno dan penjelasan tentang proses politik, kegiatan ini menyajikan politik sebagai ruang belajar sekaligus pengabdian. Pemahaman ideologis memberi landasan untuk menilai arah perjuangan, sementara kesadaran akan tahapan politik membantu peserta melihat bagaimana aspirasi diterjemahkan melalui mekanisme yang teratur. Mahasiswa pun diajak memahami bahwa kepemimpinan tidak lahir seketika; ia berkaitan dengan proses, tanggung jawab, dan kesiapan untuk menjalankan amanah. Bekal tersebut diharapkan mendorong mereka mengikuti dinamika politik secara lebih kritis dan memahami bahwa pencalonan dalam pemilihan merupakan bagian dari perjalanan yang perlu dijalani, bukan sesuatu yang bisa dipaksakan.Komarudin tidak membantah bahwa kegiatan bertajuk “Muda Mudi Sekolah Partai PDI Perjuangan” juga menjadi salah satu upaya untuk menjangkau pemilih muda. Mahasiswa merupakan kelompok yang penting dalam kehidupan politik, sehingga pengenalan partai dan proses politik kepada mereka dinilai relevan. Namun, ia menempatkan tujuan pendidikan politik sebagai hal yang perlu lebih dahulu diperhatikan. Kegiatan tersebut tidak semata-mata dipahami sebagai ajang untuk mengajak peserta menjadi anggota partai, melainkan sebagai ruang untuk mengenalkan gagasan dan nilai yang menjadi landasan perjuangan PDI Perjuangan.

Dalam penjelasannya, Komarudin menegaskan bahwa peserta terlebih dahulu diperkenalkan pada ajaran Bung Karno. Materi itu menjadi bagian utama dari proses belajar di Sekolah Partai, termasuk bagi mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut. Peserta dapat mengenal pemikiran Bung Karno dan memahami bagaimana gagasan itu berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Adapun apakah setelah mengikuti kegiatan mereka tertarik untuk bergabung dengan PDIP, keputusan itu diserahkan kepada masing-masing peserta.

Baca juga: PDIP Perluas Sekolah Partai untuk Mengajak Generasi Z Mengenal Politik | Sekolah Rakyat Penajam Disiapkan untuk Membuka Akses Pendidikan bagi Anak Putus Sekolah | PDIP Buka Program Pendidikan Politik bagi Generasi Z Menjelang Pemilu 2029