BANDUNG | Rekaman seorang pria yang mengamuk di sebuah kamar kontrakan beredar di media sosial dan menarik perhatian warganet. Dalam video tersebut, pria itu terlihat meluapkan kemarahan di dalam ruangan hingga memecahkan kaca. Aksi tersebut terekam oleh seseorang yang berada di sekitar lokasi, kemudian dibagikan melalui sejumlah platform digital. Peristiwa itu disebut terjadi di Margaasih, kawasan yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Bandung dan Cimahi.
Video berdurasi singkat itu memperlihatkan suasana kamar kontrakan yang berantakan ketika pria tersebut bertindak agresif. Ia tampak sulit mengendalikan emosinya, sementara pecahan kaca terlihat berserakan di sekitar ruangan. Rekaman tersebut tidak hanya memicu rasa penasaran, tetapi juga menimbulkan berbagai tanggapan dari pengguna media sosial. Sebagian warganet mengaitkan amukan itu dengan kekalahan dalam judi online, meskipun informasi tersebut masih perlu dipastikan melalui penelusuran lebih lanjut.
Informasi mengenai lokasi kejadian turut menjadi perhatian karena Margaasih berada di kawasan yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung dan Cimahi. Penyebutan lokasi itu muncul dalam keterangan yang menyertai video, namun detail mengenai identitas pria, pemilik kontrakan, serta kondisi setelah kejadian belum sepenuhnya diketahui. Karena itu, isi rekaman dan narasi yang beredar perlu disikapi secara hati-hati agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.
Peredaran video tersebut kini menjadi bahan penelusuran aparat kepolisian. Petugas berupaya memastikan keaslian rekaman, lokasi kejadian, serta rangkaian peristiwa yang melatarbelakangi tindakan pria tersebut. Polisi juga perlu memeriksa apakah terdapat kerusakan atau pihak lain yang terdampak dalam insiden itu. Masyarakat diimbau tidak menyebarkan identitas maupun informasi yang belum terverifikasi, sambil menunggu keterangan resmi mengenai amukan pria di kamar kontrakan tersebut.
Peristiwa tersebut berlangsung ketika seorang pria diduga meluapkan kemarahan di sekitar kediamannya di Margaasih. Dalam video yang beredar, ia terlihat merusak bagian kaca saat emosinya memuncak. Tindakan itu membuat situasi menjadi semakin berbahaya, terutama karena terdapat anak kecil di dekat lokasi kejadian. Pecahan kaca yang berhamburan kemudian mengenai tubuh anak pria tersebut.
Melihat putranya terkena serpihan kaca dan kondisi yang tidak terkendali, sang ibu segera berupaya menyelamatkannya. Ia membawa anak itu keluar dari lokasi untuk menjauh dari sumber bahaya sekaligus menghindari amukan suaminya. Langkah tersebut dilakukan secara spontan agar anaknya tidak kembali terkena pecahan kaca atau menjadi sasaran luapan emosi yang masih berlangsung.
Setelah istri dan anaknya menjauh, pria tersebut disebut masih melampiaskan kemarahan. Ia terdengar melontarkan kalimat-kalimat kasar yang ditujukan kepada istri dan anaknya. Perilaku itu membuat suasana semakin tegang. Warga atau pihak lain yang mengetahui kejadian tersebut kemudian menaruh perhatian karena aksi itu tidak hanya menimbulkan kerusakan, tetapi juga berpotensi membahayakan anggota keluarga, khususnya anak yang masih kecil.
Informasi mengenai pemicu kemarahan tersebut berasal dari keterangan sang istri. Ia menyampaikan bahwa suaminya marah setelah kalah judi online. Keterangan itu menjadi salah satu informasi yang ditelusuri dalam penyelidikan polisi, sementara fakta lengkap mengenai rangkaian kejadian dan kondisi anak masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan serta pengumpulan keterangan dari saksi-saksi. Polisi juga menelusuri video yang beredar untuk mencocokkan waktu, lokasi, dan tindakan yang terlihat dalam rekaman.
Setelah video seorang pria mengamuk usai kalah judi online beredar luas di media sosial, kepolisian segera melakukan penelusuran untuk mengetahui identitas serta keberadaan pria tersebut. Langkah itu dilakukan guna memastikan situasi yang terekam dalam video dan memperoleh keterangan langsung dari pihak-pihak yang mengetahui kejadian. Polisi juga berupaya memastikan kondisi anak dan ibunya yang terlihat berada dalam peristiwa tersebut.
Kapolsek Margaasih Kompol K Gumilar mengatakan, anggotanya langsung bergerak mencari tahu lokasi pria dalam video. Selain menelusuri keberadaannya, polisi mendatangi tempat kejadian perkara untuk memeriksa kondisi lingkungan serta memastikan keadaan anak dan ibunya. Pemeriksaan di lokasi diperlukan agar informasi yang berkembang setelah video menjadi viral dapat diverifikasi secara langsung.
Gumilar menyampaikan keterangan tersebut saat ditemui pada Selasa, 13 Oktober 2026. Menurut dia, proses penelusuran dilakukan secara bertahap dengan melibatkan sejumlah unsur di wilayah setempat. Polisi tidak hanya mengandalkan informasi dari rekaman yang beredar, tetapi juga menggali keterangan dari warga dan pihak yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Dalam proses tersebut, Kanit Reskrim bersama anggota telah berkoordinasi dengan aparat desa, pengurus RT, pengurus RW, serta perempuan yang merekam video. Koordinasi itu dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kronologi kejadian, termasuk hubungan pria dalam video dengan anak dan ibunya. Keterangan dari perekam video juga menjadi bagian penting dalam upaya kepolisian mengklarifikasi peristiwa yang telah menarik perhatian masyarakat.
Polisi masih menelusuri fakta-fakta di lapangan sebelum menentukan langkah lebih lanjut. Pemeriksaan terhadap lokasi, saksi, dan pihak terkait diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai kejadian tersebut serta memastikan keselamatan anak dan ibunya.
Polisi menyebut peristiwa yang terekam dalam video tersebut berawal dari persoalan pribadi atau masalah keluarga. Keterangan itu disampaikan Gumilar saat menjelaskan latar belakang pria yang terlihat mengamuk di wilayah Margaasih. Penjelasan tersebut menjadi bagian penting untuk memahami konteks kejadian yang kemudian beredar melalui rekaman video.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan, pria itu marah setelah mengalami kekalahan dalam judi online. Rasa kecewa dan emosi yang muncul kemudian dilampiaskan dengan memecahkan kaca. Peristiwa tersebut memperlihatkan bagaimana persoalan yang disebut berkaitan dengan kehidupan pribadi dan keluarga berujung pada tindakan merusak benda di lokasi kejadian.
Gumilar menempatkan kejadian itu sebagai persoalan pribadi atau masalah keluarga. Pernyataan tersebut mempertahankan latar belakang insiden sebagaimana disampaikan kepada polisi, tanpa mengaitkannya dengan hal lain di luar keterangan yang tersedia. Polisi masih menelusuri video yang beredar untuk memahami rangkaian peristiwa secara lebih jelas.
Dengan demikian, latar belakang kejadian menurut penjelasan polisi berkaitan dengan kemarahan setelah kalah judi online. Emosi tersebut disebut dilampiaskan dengan memecahkan kaca, sementara keseluruhan peristiwa dipandang berawal dari persoalan pribadi atau masalah keluarga. Keterangan Gumilar menjadi dasar penjelasan mengenai pemicu insiden yang terekam dan menarik perhatian publik di Margaasih.







