Kelangkaan BBM Picu Antrean Panjang di Sejumlah SPBU Bali

oleh -15 Dilihat
oleh
Kelangkaan BBM Picu Antrean Panjang di Sejumlah SPBU Bali

Denpasar | Kelangkaan stok bahan bakar minyak (BBM) memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali. Pada Senin, 12 Oktober 2026, antrean terlihat mengular di beberapa lokasi dan membuat pengendara harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan bensin.

Sejumlah pengendara mengaku waktu tunggu untuk mengisi bahan bakar dapat mencapai satu jam. Kendaraan tampak bergerak perlahan karena panjangnya barisan, sementara pengendara menanti giliran di dalam maupun di sekitar area SPBU.

Salah satu antrean yang terdokumentasi berada di SPBU Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi. Lokasi tersebut berada di jalur utama Denpasar-Gilimanuk, sehingga kendaraan yang mengantre terlihat bergerak perlahan mengikuti arus menuju area pengisian. Panjangnya barisan kendaraan menjadi perhatian pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut.

Antrean serupa juga terjadi di SPBU Werdi Bhuwana, SPBU Sangeh, dan SPBU Lukluk. Di sejumlah titik itu, kendaraan tampak memenuhi area antrean untuk memperoleh bensin. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan stok BBM dirasakan di lebih dari satu lokasi pengisian.

Selain beberapa SPBU di wilayah Mengwi dan sekitarnya, antrean juga tercatat di SPBU kawasan permukiman padat Dalung Permai. Pengendara di kawasan tersebut turut menghadapi waktu tunggu yang panjang ketika hendak mengisi bahan bakar.

Rangkaian antrean di berbagai SPBU itu menjadi gambaran situasi distribusi pengisian BBM di Bali pada Senin tersebut. Pengendara yang membutuhkan bensin harus menyesuaikan perjalanan dengan kondisi antrean, yang di sejumlah lokasi berlangsung hingga sekitar satu jam.

Lonjakan pembelian bahan bakar minyak (BBM) tidak hanya terlihat di satu lokasi. Kepadatan turut meluas ke wilayah Badung bagian selatan, terutama pada sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang menjadi tujuan pengendara. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan antrean berlangsung di beberapa titik, bukan semata-mata terkonsentrasi pada satu SPBU tertentu.

Sebagian besar SPBU di Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan disebut turut dipadati kendaraan. Pengendara terlihat mengantre untuk mendapatkan BBM, sementara jumlah kendaraan yang datang membuat area pelayanan menjadi lebih ramai dari biasanya. Kepadatan itu dapat berlangsung lebih lama ketika kendaraan terus berdatangan dan proses pengisian harus dilakukan secara bergantian. Situasi di setiap lokasi dapat berbeda, bergantung pada panjang antrean dan jumlah kendaraan yang menunggu.

Antrean yang memanjang juga berdampak pada arus lalu lintas di sekitar SPBU. Kendaraan yang menunggu pengisian dapat memenuhi akses masuk, keluar, maupun bahu jalan di dekat lokasi, sehingga ruang gerak pengguna jalan menjadi lebih terbatas. Pada titik tertentu, antrean berpotensi memperlambat laju kendaraan yang melintas dan menimbulkan penumpukan di ruas jalan sekitar. Pengendara yang tidak hendak mengisi BBM tetap perlu memperhitungkan kepadatan tersebut saat melintasi kawasan Kuta dan Kuta Selatan. Gambaran ini merujuk pada kondisi di wilayah Badung bagian selatan sebagaimana dilaporkan, tanpa memperluasnya sebagai keadaan yang terjadi di seluruh Bali atau menyimpulkan adanya gangguan distribusi di luar wilayah tersebut.

Antrean kendaraan di SPBU 54.083.08, Kelurahan Kapal, menunjukkan tingginya minat pengendara terhadap BBM jenis Pertalite. Pada lokasi tersebut, lajur pengisian Pertalite terlihat jauh lebih panjang dibandingkan antrean untuk jenis BBM lainnya. Kendaraan roda dua maupun roda empat memadati jalur yang tersedia, sementara lajur menuju dispenser BBM lain tampak relatif lebih lengang.

Seorang pengendara yang berada di posisi paling belakang mengaku mulai mengantre sejak pukul 18.30 WITA. Ia baru dapat memasuki area dispenser sekitar pukul 19.50 WITA. Waktu tunggu yang cukup panjang itu menggambarkan kepadatan kendaraan sekaligus besarnya jumlah masyarakat yang memilih Pertalite untuk memenuhi kebutuhan perjalanan mereka.

Kondisi serupa juga dialami Gede Ari, warga Tabanan yang baru pulang bekerja dari Seminyak. Saat hendak masuk ke SPBU, ia sempat diminta mundur karena antrean kendaraan sudah terbentuk. Setelah itu, Gede Ari berkeliling di sekitar Dalung sebelum akhirnya mengarahkan kendaraannya menuju SPBU Kapal.

Perjalanan tersebut membuat proses mendapatkan BBM menjadi lebih lama dibandingkan kondisi normal. Sesampainya di SPBU Kapal, ia kembali harus mengikuti antrean panjang yang didominasi kendaraan pada lajur Pertalite. Situasi ini memperlihatkan bahwa pengendara tidak hanya menghadapi keterbatasan ketersediaan BBM di sejumlah titik, tetapi juga peningkatan waktu tunggu akibat penumpukan kendaraan pada SPBU yang masih melayani kebutuhan mereka.

Antrean panjang di SPBU Kapal juga membuat pengendara perlu mengatur waktu dan memilih rute alternatif sebelum memperoleh BBM. Sebagian pengguna kendaraan tampak membandingkan panjang antrean di setiap lajur, tetapi mayoritas tetap memilih Pertalite karena jenis BBM tersebut menjadi pilihan utama untuk kebutuhan sehari-hari. Kepadatan yang berlangsung hingga malam hari turut menunjukkan bahwa aktivitas pengisian BBM masih tinggi setelah jam kerja.

Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba menjelaskan, kepadatan antrean di sejumlah SPBU wilayah Badung dipicu oleh kendala teknis dalam proses pasokan dari penyedia BBM. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat harus menunggu lebih lama saat mengisi bahan bakar, sehingga antrean meluas hingga memengaruhi situasi lalu lintas di sekitar lokasi.

Untuk mengantisipasi dampaknya, Polres Badung mengerahkan personel pengamanan di setiap SPBU yang terdampak. Petugas ditempatkan untuk memantau pergerakan kendaraan, membantu mengatur antrean, serta mencegah penumpukan kendaraan menghambat pengguna jalan lainnya. Pengamanan dilakukan dengan memperhatikan lokasi-lokasi yang memiliki potensi lebih besar terhadap kelancaran arus lalu lintas.

Pengaturan di lapangan juga menjadi bagian dari upaya kepolisian menjaga agar kendaraan dapat bergerak secara tertib selama masyarakat menunggu layanan pengisian BBM. Kehadiran personel di area SPBU diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kemacetan dan menjaga situasi tetap aman, khususnya pada ruas jalan yang ramai dilalui kendaraan.

AKBP Joseph Edward Purba menegaskan bahwa Polres Badung bersama jajaran polsek terus memastikan antrean di SPBU berjalan lancar. Koordinasi dan pemantauan dilakukan terutama pada titik-titik yang dapat memengaruhi arus lalu lintas di sekitarnya. Kepolisian juga meminta masyarakat tidak panik serta tetap mengikuti arahan petugas selama berada di area SPBU, sehingga kondisi di lapangan dapat tetap terkendali.

Baca juga: Pemerintah Nolkan Bea Masuk Sejumlah Bahan Baku Plastik Selama Enam Bulan | Kekeringan Meteorologis Mengancam Sejumlah Wilayah, Ini Cara Menghemat Air di Rumah | Harga Sejumlah Bahan Pangan Naik pada Awal Pekan, Cabai Rawit Merah Capai Rp132.850 per Kilogram